Review Film-Film

Film-Film berikut adalah film yang kutonton sekitar sebulan terakhir ini.


LASKAR PELANGI

Sutradara: Riri Riza
Pemain: Cut Mini, Ikranagara, Tora Sudiro, Slamet Rahardjo, Ario Bayu, Rieke Diah Pitaloka, Lukman Sardi
Novel Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata
Durasi: 125 min
SEMUA UMUR

Film penuh makna yang diangkat dari novel “Laskar Pelangi” ini berhasil meraih perhatian bangsa Indonesia. Sukses besar!

Mengusung kehidupan anak miskin dari Bitong yang sulit mendapatkan pendidikan. Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara) adalah guru penuh pengabdian yang mengajarkan banyak hal kepada mereka sampai akhirnya mereka menamatkan SD-nya dan meraih cita-cita menuju sukses.

Film ini berhasil membuatku terkesima. Tidak seperti film Indonesia lain yang diangkat dari novel, film ini jauh dari kata mengecewakan dibandingkan ketika kita membaca novelnya, malah bisa dibilang sangat bagus.

Semangat yang ditebarkan oleh film ini benar-benar menggugah kita sebagai bangsa Indonesia yang terkadang miskin di tengah-tengah tanah air yang kaya.

Bagian yang sangat kusuka: Ketika Lintang (Ferdian) harus meninggalkan sekolah karena ayahnya meninggal di laut dan dia harus mengurus adik-adiknya. Adegan ini sangat menyentuh.

Bagian yang terlucu: Membaca mantera dari dukun bersama-sama. “Kalo mau pintar ya belajar, kalo mau sukses ya usaha” (Bagi yang belum membaca novelnya pasti terasa lebih lucu lagi).

Bagian yang kurang kusuka: -


RESCUE DAWN

Sutradara: Werner Herzog
Pemain: Christian Bale, Steve Zahn, Jeremy Davies, Marshall Bell
Durasi: 120 menit
DEWASA

Rescue Dawn adalah yang film yang begitu-begitu saja tapi menegangkan. Diangkat dari kisah nyata, film ini menceritakan seorang pilot yang tertangkap dan menjadi sandera gerilya Vietkong (Vietnam). Dieter Dengler (Christian Bale) dengan teman-temannya menyusun strategi melarikan diri dari lokasi penyanderaan di tengah hutan.

Konflik, penghianatan dan kerja sama ditonjolkan dalam hari H pelaksanaan rencana mereka. Di sinilah saat-saat paling menegangkan. Karena penghianatan, Denger dan seorang temannya harus berkaki telanjang menyusuri hutan.

Bagian yang paling berkesan: Hujan deras yang diiringi oleh longsor membuat nasi yang sudah dikumpulkan berhari-hari lenyap. Padahal nasi itu dikumpulkan dalam satu tempat (disekat) dengan kotoran supaya lewat dari pemeriksaan harian Vietkong. Huek…

Bagian yang kurang kusukai: Banyak dialog-dialog panjang yang menuntut konsentrasi.


MAMMA MIA

Sutradara : Phyllida Lloyd
Pemain : Meryl Streep, Pierce Brosnan, Amanda Seyfried, Colin Firth, Stellan Skarsgard, Dominic Cooper, Julie Walters, Christine Baranski
Durasi: 108 menit
REMAJA

Film musikal dengan lagu-lagu ABBA sangat sesuai dengan penggemar lagu mereka. Lagu-lagu ABBA dikemas ulang dan disajikan lebih menarik. Lagu-lagu ini membuatku merinding ketika mendengarnya.

Ceritanya sederhana. Sophie Sheridan (Amanda Seyfried), seorang anak perempuan yang tidak mengenal siapa bapaknya ingin melangsungkan pernikahan. Berbekal diari ibunya Donna (Merryl Streep), dia mengundang 3 orang lelaki atas nama sang ibu, Carmichael (Pierce Brosnan), Bill Austin (Stellan Skarsgard) dan Harry Bright (Colin Firth), yang pernah mengisi hidup ibunya, berharap salah satu dari mereka adalah ayahnya.

Pertemuan ibunya dengan 3 lelaki ini tentu saja mengejutkan dan penuh dengan lagu sampai akhirnya ketiganya menyadari tujuan kenapa mereka mendapat undangan pernikahan itu.

Bagi anda yang tidak suka film musikal, anda belum tentu tidak menyukai film ini. Cobalah menontonnya.

Bagian yang kusuka: Lagu Mamma Mia ABBA dinyanyikan. Pemain-pemain utama menyanyi di penutup film ini, lihat deh, lucu banget.

Bagian yang kurang kusuka: -

BODY OF LIES
Sutradara: Ridley Scott
Pemain: Leonardo DiCaprio, Russell Crowe, Carice Van Houten, Vince Colosimo, Michael Gaston
Durasi: 128 min

Film ini mengisahkan pengintaian agen CIA Roger Ferris (Leonardo DiCaprio) atas sekelompok teroris di Yordania. Ferris memutuskan bekerja sama dengan agen intelijen Yordania untuk memperoleh informasi tentang teroris tersebut.

Ferris terjepit di tengah dua kepentingan dalam menjalankan operasinya, kepentingan atasannya Ed Hoffman (Russell Crowe) dan Kepala Intelijen Yordania. Dunia intelijen yang penuh misteri pun dimulai sampai akhirnya Ferris berhadapan langsung dengan pimpinan teroris yang sudah lama dicarinya. Hanya saja situasinya, Ferris adalah hasil tangkapan dan tidak berdaya.

Meskipun menyentuh area yang sangat sensitif untuk dibicarakan, film ini mampu tidak memihak Amerika atau Yordania atau teroris dalam penayangannya.

Bagian yang sangat kuingat: Ketika Ferris disiksa di markas teroris. Adegan keji yang sangat sulit dilupakan. Mengerikan.

Review: Wall-E

Film yang sudah kutunggu sejak lama.

Film ini sarat akan makna, mulai dari pesan lingkungan hidup yang kental sampai drama percintaan yang manis. Sedikit berkata banyak berbuat.

Directed by Andrew Stanton;
Written by Mr. Stanton and Jim Reardon,
Semua Umur

Ketika bumi telah habis terekploitasi oleh manusia, bumi pun ditinggalkan begitu saja. Bumi kini penuh dengan sampah. Ada dua mahluk yang masih tinggal di situ, seekor kecoa dan Wall-E, robot pembersih sampah yang lupa dimatikan pemiliknya.

Wall-E bisa mengidentifikasi barang-barang dan fungsinya, bahkan dia bisa mempelajari emosi manusia melalui sebuah video film “Holly, Dolly!”. Film tua dengan koregrafi yang sangat menarik hati Wall-E.

Petualangan dimulai ketika sebuah roket mendarat dekat tempat tinggal Wall-E dan meninggalkan robot pendeteksi bernama Eve. Awalnya sih, Eva kejam, tanpa ampun menembak semua yang dianggapnya mencurigakan, kecuali si kecoa. Tapi akhirnya Eva luluh dengan kebaikan Wall-E. Wall-E jatuh cinta pada Eva sejak pandangan pertama. Terobsesi dengan film “Hello, Dolly!”, Wall-E berusaha memegang tangan Eva, tapi selalu gagal.

Misi Eva selesai saat Wall-E memberikan tumbuhan yang baru ditemukannya. Ketika itu terjadi, Eva langsung off dan menghubungi pesawat induknya. Sementara itu, Wall-E tetap menjaganya dari petir dan hujan. Sampai akhirnya, pesawat roket itu menjemput Eva. Baca selengkapnya »

The Dark Knight

Starring: Christian Bale, Heath Ledger, Aaron Eckhart, Michael Caine, Maggie Gyllenhaal, Gary Oldman, Morgan Freeman
Produced by Emma Thomas, Charles Roven, Christopher Nolan.
Executive producers, Benjamin Melniker, Michael E. Uslan, Kevin De La Noy, Thomas Tull.
Directed by Christopher Nolan
Durasi: 152 menit
Action – PG (Parent Guide)

Film ini secara keseluruhan lumayan untuk ditonton, karena actionnya seru dan mengasikkan. Apalagi film ini diperankan oleh Heath Ledger yang meninggal belum begitu lama sebelum film ini ditayangkan di bioskop-bioskop. Film ini sangat dinanti oleh penggemarnya di seluruh dunia. Tapi salah satu kelemahan film ini yang sangat mengganggu adalah ketidaklogisan beberapa adegan. Di antaranya adalah kehebatan Joker yang tidak masuk akal bisa melawan seluruh perangkat kepolisian dan Batman sendiri.

Joker (Heath Ledger), dalam operasinya, seringkali membunuh partnernya sendiri untuk kepentingan pribadi. Jadi kenapa masih banyak orang yang mau menjadi antek-anteknya. Dalam film ini dijelaskan kalau semuanya karena Joker membayar mereka. Joker tidak memakai peralatan canggih seperti Batman, hanya senjata dan peledak, tapi kenapa dia begitu hebat, melebihi Batman sendiri. Baca selengkapnya »

Review: August Rush

Starring: Freddie Highmore, Keri Russell, Jonathan Rhys Meyers, Terrence Howard, Robin Williams
Directed by Kirsten Sheridan
Written by Nick Castle and James V. Hart
Parental Guide (Menonton dengan bimbingan orang tua)

Louise and August Rush

Louise and August Rush


August Rush, diperkenalkan dengan nama asli Evan Taylor, adalah seorang anak yang tinggal di panti sosial karena ditinggalkan orang tuanya. Dia diberkahi talenta musik yang sangat tajam. Dengan talenta itu juga dia ingin menemukan ibu dan ayahnya yang diyakininya pasti bisa bermusik seperti dirinya.

Dia terlahir dari dua orang pemusik (Louise dan Layla) yang saling mencintai tapi bertemu hanya dalam semalam. Louis adalah vokalis dan gitaris band sedangkan Layla adalah pemain selo. Bakat musik ini pula yang diwariskan mereka kepada August Rush.

Kepergian August Rush dari rumah mempertemukannya dengan Wizard (Robin Williams) seorang penampung anak jalanan yang sering mengamen di jalanan. Sayang sekali, Wizard yang terlihat sangat baik tidak mau melepaskan August Rush karena takut kehilangan mata pencahariannya. Baca selengkapnya »

Review Film-Film Favorit

Inilah sejumlah film-film favoritku dari dahulu sampai sekarang. Mungkin review singkat ini tidak akan sanggup memuat seluruh film kesukaanku, tapi paling tidak beberapa film cukup mewakililah. Jika di lain waktu, kalau ada kesempatan, aku akan membuat kelanjutannya.

NOTTING HILL
Notting HillTidak diragukan lagi, inilah film yang kutonton berulang kali sejak aku masih SMA. Pertama kali aku tertarik adalah karena menonton OST-nya yang berjudul You’ve Got Away (Shania Twain). Film ini sangat romantis dan mungkin mimpi banyak lelaki karena bisa mendapatkan seorang artis terkenal dengan hanya bermodalkan ketulusan hati. Hugh Grant selalu mempesona ketika memerankan seorang pria kalem yang apa adanya. Logat “school boy”-nya yang kental pas dengan kepribadian yang diperankannya. Julia Robert pun tak kalah bagus mengimbangi peran Hugh Grant.

Kenapa film ini begitu membekas?
Aku menonton film ini di saat aku masih SMA. Harus kuakui, gejolak remaja yang penuh emosi ikut menjadi pendukung kesukaanku pada Notting Hill. Tapi, sekarang tetap saja aku suka menontonnya. Ada bagian-bagian yang sanggup membuatku tersentuh dan bahkan menangis, meskipun aku sudah menontonnya keberapapuluh kali. ;)

FORREST GUMP
Film ini kocak, berisi, kreatif dan sarat pesan. Sepertinya tidak ada yang mengatakan film ini gak bagus.

Forrest Gump adalah anak yang ber-IQ di bawah rata-rata dan hidup bersama seorang ibu yang sangat melindunginya, meskipun kadang salah melangkah. Tidak diterima di lingkungan sekolahnya tidak membuat dia mundur. Forrest Gump kemudian jatuh cinta kepada Jenny teman sekolahnya. Cinta itu terus bertumbuh sampai mereka kuliah. Masa lalu Jenny yang kelam membuat kehidupan percintaannya menjadi berantakan di masa kuliah. Jenny pergi dan datang kepada Forrest sesuka hatinya.

Ketulusan hati, keluguan dan positive thinking kemudian membawanya kepada kesuksesan. Beberapa lambang dan kejadian bersejarah ikut dibawa ke film ini, seperti lambang Apple-Mac, smiley, dan beberapa sejarah Amerika. Kreatif banget deh…

Istilah yang sangat terkenal dari film ini adalah “Run Forrest, Ruuuunnn…”. Film ini adalah film non Hollywood yang memenangkan Academy Award-Best Picture.

Kenapa film ini begitu membekas?
Aku menonton film ini waktu kuliah. Udah basi sih… tapi aku kan belum pernah menonton sebelumnnya dan aku begitu terpesona dengan Tom Hanks. Gile, dari mana ya ide sebagus itu.


LOVE ACTUALLY

Film Hugh Grant lainnya yang berisi beberapa cerita cinta yang digabung dengan manis. Film ini bahkan dicontoh oleh salah satu film Indonesia di tahun 2008. Film ini didukung oleh beberapa artis Inggris yang terkenal dan hasilnya bagus banget.

Setting waktu: Desember (Christmas). Persiapan seputar natal membuat film ini penuh salju dan (tetap) keromantisan.

Seorang anak sekolah yang tidak berani menyatakan perasaannya, Perdana Menteri yang jatuh cinta kepada pelayan makanannya, seorang penulis yang baru saja dihianati oleh pacarnya dan menemukan cinta baru, sebuah pernikahan yang terguncang oleh kehadiran orang ketiga yang tak lain adalah sekretaris sang suami dan cerita-cerita lainnya. Ditambah dengan kehadiran Mr. Bean yang kocak.

Dua jempol untuk film ini, sangat menyentuh, padat berisi.

Apa yang membuat film ini begitu membekas?
Cerita paling mengesankan adalah adegan seorang pria akhirnya mau mengungkapkan isi hatinya dengan membuat tulisan-tulisan di atas karton putih, meskipun si cewe-nya udah menikah.

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!