Sep
25
Periang, ramah, bocor, pekerja keras (kalo lagi mau), seniman, penyanyi, ga tau malu, terlahir separuh batak dan kadang menyesal terlahir demikian. Sebut saja dia “Rere”.
Ntah kenapa garis kehidupan mempertemukan kami di STAN tahun 2002. Aku menjadi pewawancaranya ketika Rere mendaftar ulang masuk STAN. Ngakunya suka menggambar komik, jadi kusuruh dia menggambar sembari kuwawancara.
Anak ini terbilang unik di antara sesamanya dan garis kehidupan kembali membuat kami bertemu. Tahun 2003, kutawarkan suatu posisi penting di kepengurusan PMK, bidang Ibadah. Bidang ini menurutku sangat penting, meskipun bidang lain sama pentingnya, karena peranannya bisa menyebabkan semua ibadah jadi berantakan, halah
. Ya iyalah, namanya juga bidang ibadah. Tidak bermaksud mengecilkan bidang lain. Baca selengkapnya »
Dec
13
Sudah berapa harikah aku tidak menulis di blog ini? Hampir 10 hari. Itu rekor baru aku bisa menahan diri tidak menulis.
Hari ini adalah hari terakhirku masuk kantor sebelum pulang cuti menikah. Jadi mungkin selama aku pulang, aku tidak akan menulis. Apalagi mengingat kesibukan yang akan kuhadapi untuk persiapan menikah. I’m getting married.
Pernikahan memang baru bagiku, tapi tidak cukup membuatku excited. Mungkin karena terlalu kelelahan dengan persiapan tetek bengeknya. Hem, yang pasti hari ini aku akan pulang dan besok aku bertemu dengan keluargaku di Kabanjahe.
Di hari terakhirku, aku ingin sekali memberi ucapan terima kasih pada beberapa teman yang sudah membantuku dalam persiapanku menuju pernikahanku akhir bulan Desember ini. Baca selengkapnya »
Nov
26
Siapa dia? Dia adalah temanku sekost selama (menggaruk dagu sambil menghitung) 5 tahun lebih. Ajaib memang, kenapa kami begitu dekat padahal sebenarnya kami berdua memiliki kebiasaan dan tipe yang berbeda.
Lasma yang awalnya tertutup menjadi lebih terbuka selama 3 (tiga) tahun belakangan. Dulu waktu dia masuk STAN (kampus kami) tahun pertama, kesannya tertutup banget. Dia menyisihkan hampir seluruh waktunya di kamar entah buat apa.
Kalau sekarang, hmmm… Lasma mulai menunjukkan keasliannya,
. Sebenarnya orangnya easy going, humoris dengan caranya sendiri, super cuek, dan ketika dibutuhkan dia juga bisa berubah perhatian. Baca selengkapnya »
Oct
20
Apa yang paling kukagumi dari seorang Rini Maretta?
Cakep? Ya iyalah. Rini kan salah satu temanku yang cantik di SMA dulu. Aku bahkan sempat cemburu karena menduga dia dekat dengan pacarku dulu. Maklumlah aku tergolong posesif, dan di saat itulah aku menyadari kalau aku memiliki darah posesif yang cukup kental, 
Rini adalah seorang perempuan dengan sosok anggun, keibuan dan sangat feminim. Itu tuh yang tidak kumiliki, tapi aku bersyukur tidak sama persis karena kami makin kompak dengan perbedaan itu. Di balik sosok anggun yang kukatakan tadi, ada satu semangat yang meletup-letup, biasanya terwujud dalam tata bahasa seperti kicauan burung. (halah, bahasa yang terlalu puitis)
Keterlibatan kami di organsisasi pemuda gereja (PERMATA=Persadan Man Anak Gerejanta GBKP) mempertemukan kami berdua juga teman-teman lain. Kalau ingat semua kenangan itu, aku bisa meneteskan air mata saking senang, sedih dan perasaan teraduk lain. Baca selengkapnya »
Oct
8
Minggu sore, aku menelepon seorang sahabat dalam kedukaannya melepas ayahanda ke pangkuan Bapa di sorga dan menjelang pernikahannya yang tinggal beberapa saat lagi.
Duka yang dalam terasa dalam setiap perkataannya. Aku menarik nafas untuk menyembunyikan tangisku yang mulai mengalir, mendengar semua uneg-unegnya. Untuk seorang perempuan seperti dia, yang begitu rapuh, pastilah sangat sulit untuk menghadapi kejadian seperti ini. Apalagi dia sangat dekat dengan ayahandanya itu.
Kucoba menghibur dia, meskipun ternyata kata terakhir yang dikeluarkannya “Aku tidak sanggup” membuatku patah arang. “Tuhan, kenapa dia begitu hancur?”. Janji ayahnya untuk melihat dia menikah tidak bisa ditepati. Aku yakin Tuhan punya alasan kenapa melakukan ini, dan aku tahu itulah hal yang terbaik baginya. Baca selengkapnya »