Gosip: Bu Sri Mulyani

Tolong maklum tulisan ini dibuat ketika aku sangat buntu dengan persiapan TOEFL IBT yang akan diadakan Sabtu ini, 12 Juli 2008. Ntah kenapa penyakit STAN ku, kebut semalam, kambuh dengan sekenanya. Jadilah gosip ringan ini menjadi bahan pembicaraan.

Jangan berharap gosip tentang Ibu Sri Mulyani ini tentang perekonomian atau kawan-kawannya. Aku sedang tidak ingin berpikir, berbicara, menulis tentang ekonomi, uang atau akuntansi apalagi pajak.

Tadi baru browsing-browsing dan nonton TV, rasanya ada yang aneh pada Ibu Menteri Keuangan kita ini. Apa yaaa… hmmm…
Ahha, Ibu Menkeu kok kurusan ya… :)) hihihihi…
Pusing harga BBM kali, atau stress ngurusin dua posisi sekaligus?

Terlepas dari ketidaksukaanku akan keputusan-keputusannya yang kontroversial seperti membuat STAN jadi berbayar (kayak kartu GSM aja ya) dan lain-lain, aku mengaguminya juga dalam hal kekerasan hatinya menaikkan harga BBM, dan kerja kerasnya di kabinet (ga ongkang-ongkang kaki doang gitu), sampai-sampai dia dinobatkan menjadi Menkeu terbaik, cewe pula. Keren ga tuh? Waaah… kagum.

Apalagi sekarang ibu kurusan, bagi-bagi resep dong Bu caranya kurusan. :))

Alergi Apaan Sih?

Hari ini aku harus mendekam di rumah, dengan bercak merah di sekujur tubuh mulai dari wajah sampai jari-jari kaki. Ditambah dengan gatal-gatal, maka lengkaplah penderitaan ini. Ada sisi positifnya juga sih, aku jadi tidak perlu ke kelas romusha di asrama. ;)

Sampai sekarang aku belum bisa menebak apa gerangan yang menyebabkan alergi ini. Yang pasti, gatalnya berhasil membuatku seperti orang yang nggak mandi tujuh hari-tujuh malam. Garuk sana garuk sini, ga sopan. Aku ga makan aneh-aneh, dari kemaren rasanya biasa saja, pagi makan telor siang makan rendang dan malam soto ditambah pisang sale. Tidur malam jumpalitan karena rasanya sungguh tidak enak.

Akhirnya, aku menarik kesimpulan jangan-jangan alergi ini adalah alergi makanan enak. Bingung… Memang sih, aku minum obat dari dokter, tapi masa sih alerginya belakangan. Itu juga ga masuk akal.

Saat aku menulis post ini, aku berada di kamarku yang nyaman dengan angin sepoi-sepoi alami dari luar jendela. Bisa enak juga kalau alergi begini ya? Tapi nggak mau terulang kedua kali.

NB. Jangan-jangan alergi “kabar buruk” lagi. (Baca post sebelumnya)

Pupus Sudah

Mimpiku bersekolah bersama suami ke Jepang pupus sudah. Panitia Monbukagakusho menyatakan dia gagal di seleksi administrasi. Mungkin karena terlambat atau mungkin juga karena proposal yang kurang bagus. Penjelasan terinci sudah tidak penting lagi.

Aku tidak ingin menyalahkan suamiku atas ini, karena sesungguhnya dia pun tidak se-”semangat” aku. Hiks. Sepertinya aku terlalu memaksakan diri ya, memintanya mendaftarkan diri ke Jepang sementara dia begitu ingin S2 di tempat lain?

Kekecewaanku ini tidak bisa kusembunyikan. Fuih, rasanya seperti mengubur mimpi tujuh tahun dalam sehari. Sedikit berlebihan, tapi beneran rasanya memang seperti itu.

Kucoba bersikap dewasa, mengambil sisi positif dari kejadian ini. Dengan begini, kami bisa mengawasi KPR yang baru saja kami layangkan, atau mengontrol pembangunan rumah tersebut, kalau kredit ini gol. Tapi sungguh, aku masih berat untuk perpisahan dua tahun, meskipun sebenarnya aku sudah bersiap untuk kemungkinan ini sejak lama.

Kenapa juga aku memaksakan kehendakku bersama ke Jepang? Toh awalnya tidak ada rencana bersama dan jelas ini mimpiku, bukan mimpinya. Egois!

Menjadi egois itu ternyata bisa berujung kesedihan begini ya.

Review: Incredible Hulk

Setelah perjuangan panjang yang dimulai hari Jumat, 20 Juni 2008 sampai 22 Juni 2008, akhirnya kami bisa mendapat dua lembar tiket menonton Incredible Hulk di XXI Pondok Indah. Mungkin karena kebetulan ada promo Bank Mandiri, beli satu dapat dua tiket, mendadak antrian pembelian tiket menjadi panjang.

Aku bukanlah penikmat film superhero beginian, tapi baiklah kutulis reviewnya secara objektif.

HulkDirected by: Louis Leterrier
Cast: Edward Norton, William Hurt, Liv Tyler, Tim Roth
Duration: 114 min
DEWASA (banyak adegan kekerasan)

Film ini sudah ditunggu lama oleh fans Hulk, terbukti dari panjangnya antrian sejak hari pertama penayangannya di bioskop di Indonesia.

Di awal film, ada sejumlah scene pendek sebagai latar belakang cerita. Sayang sekali film ini tidak punya cerita yang kompleks, tapi sederhana dan lebih banyak ditekankan ke bagian action dan sedikit kisah cinta antara Bruce Banner (Edward Norton) dan kekasihnya (Liv Tyler).

Pertama, Banner melakukan sebuah eksperimen atas dirinya sendiri yang mengakibatkan perubahan bentuk tubuh menjadi Hulk yang pemarah, kuat dan tak terkendali. Akibatnya, General “Thunderbolt” Ross (William Hurt) Jenderal yang tak lain adalah ayah kekasihnya, mengejarnya karena dianggap Hulk adalah properti negara. Dalam pelariannya, Banner berhasil mengendalikan emosinya dan tidak berubah sama sekali menjadi Hulk untuk waktu yang lama. Tapi keinginannya untuk sembuh mendorong dia untuk bertemu seorang ilmuwan yang bisa menyembuhkan penyakitnya itu. Baca selengkapnya »

Analisis Seorang Awam

Kecewa melihat keadaan negara yang morat-marit, aku berusaha menganalisis kejadian-kejadian terakhir di Indonesia dengan caraku sendiri di sini. Ini hanyalah sebuah pendapat pribadi.

Pagi-pagi kubuka laptop dan langsung on-line untuk membaca berita di detik.com. Miris campur heran membaca berita teratas di situ. Demo “mahasiswa” anarkis di Sudirman dan beberapa tempat lainnya menghiasi hampir sehalaman penuh detik.com. Mahasiswa kuberi tanda petik karena saking tidak percayanya. Pertama, benar nggak sih mereka itu mahasiswa? Kalau benar, aku sebagai mantan mahasiswa yang baru saja lulus patut mengatakan “Malu dong mahasiswa! Kalau kalian benar-benar membela rakyat, tolong jangan buat susah rakyat dengan kemacetan dan rasa takut atau ketidaknyamanan”. Kalian sebagai kaum intelektual harusnya menyumbangkan pikiran bagaimana pemecahan logis atas ketimpangan APBN sekarang ini, bukan hanya tuntutan-tuntutan.

Tapi, masalahnya adalah “benarkah mereka mahasiswa yang asli?”. Aku curiga kalau mereka itu adalah orang-orang tunggangan, yang dibayar sejumlah uang untuk makan sehari dan rokok, mengenakan jas almamater sebagai samaran, untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (tujuan sang penunggang tentunya). Mereka bilang itu permainan politik menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden 2009. Politik apa itu? Aku nggak pernah dengar jenis politik begitu. Baca selengkapnya »