Thanks To…

Isi dari berita-berita berikut di atas diambil dari kumpulan email yang masuk selama beberapa bulan. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengirimkannya padaku. Bahkan ada email yang sama berulangkali kuterima.

Berikut ini ada beberapa nama yang kuingat sering mengirim email padaku. Terima kasih untuk Ibu Heny Tamarindang (yang rajin memforward), Daniel Malau (atas koleksinya di Hard disk), Eka Aritonang (yang sempat terlupa-tapi takkan pernah dilupakan), Helvry Sinaga (dengan milis PMK), Yunoto, Ibu Sarasianti (meskipun aku sering bergidik membaca emailnya), Triadi Jatmiko, kak Avrida Rombe, Ribhanul Fajri dan masih banyak lagi teman lainnya.

Terima kasih banyak…

My Birthday

Ini dia ulang tahun yang sangat berkesan untukku. Berkesan baik atau buruk ga penting, tapi patut diingat karena unik dan bersahaja. Ulang tahun tanpa kue itu biasa, sudah kulewati selama 25 kali, :). Tapi jika melewatkan ulang tahun tanpa acara khusus, itu baru spesial.

Hari itu Sabtu, 19 Agustus 2006, genaplah usiaku seperempat abad. Tua sih ga juga, tapi kalo ditilik usia ini rentan dengan pertanyaan “kapan merit nih?”. Anjing menggonggong, Iren tetap berlalu. Hari Sabtu itu berdekatan dengan cuti bersama, yang artinya….. Libur tlah tiba, hore-hore-hore. Aku sih ga tau mau mengadakan apa untuk hari spesialku, rencanaku sih makan malam yang romantis. Kasian banget yah, merencanakan ultah sendirian. Tapi sedikit melenceng dari ekspektasi semula, hari itupun aku mengecat kamar, waaaaa…. Tangisan dalam dada tak terbendung, sayang hanya dalam dada, jadi perih-perih gitu.

Spesial juga berarti berbeda dari kebiasaan kan? Jadi ultahku kali ini benar-benar spesial, ;)

Tapi syukurlah ada adik-adik manis di kosan, Lasma dan Rotua yang menghiburku dengan memberikan kado berbungkus merah centil. Thanks ya Sis…

Tertipu Aku

Apa aku terlalu lugu, polos atau naif?

Semalam temanku mengajak ketemuan di suatu tempat untuk membicarakan sesuatu yang “mengubah hidup” namun rahasia. Dari gaya berceritanya aku tangkap dia sangat bahagia dengan “sesuatu” itu. Coba tebak, hal pertama apa yang kupikirkan? Dalam umur yang segini, tentu saja aku menebak dia akan menikah dan ingin membicarakannya denganku. Apalagi yang bisa membuat orang bisa sebahagia itu? Lagian dia ga pernah mengajak ketemuan sebelumnya.

Pukul 7 malam, aku dan seorang korbanku-yang kuminta mengantarku ke tempat yang dimaksud-mengendarai motor membelah Jakarta yang macet, sumpek dan berasap. Aku juga tau korbanku belum makan dan kelelahan sehabis kerja, tapi karena aku telah menjelaskan apa kira-kira yang terjadi, dia pun mau dengan sangat terpaksa.

Setibanya di tempat itu, sedikit terkejut, agak konyol aku menyadari betapa polosnya aku. Tau ga itu pertemuan apa? Itu pertemuan presentasi sebuah bisnis sejenis MLM biner point system (atau apalah namanya). Aku tertipu dengan asumsi ku sendiri, rasanya dikibulin banget. Betapa anehnya saat itu. Buru-buru aku minta maaf pada teman yang udah mengantarku. Kulihat mukanya menjadi muram, aku jadi merasa sangat bersalah. Kasian dia punya teman yang sangat naif.

Konsep bisnisnya bagus, tapi ga baru bagiku. Aku pernah membaca buku tentang itu. Tapi terlepas dari sukses tidaknya masa depan bisnis ini, aku sendiri tidak terlalu tertarik untuk terlibat bisnis semacam MLM, karena aku merasa diarahkan untuk tujuan-tujuan tertentu yang bukan “aku”. Lagian aku bukan orang yang punya “feel bisnis” yang tajam, bisa dikatakan konservatif. Tapi ketika kulirik korbanku yang duduk di sebelah, kulihat muramnya sirna diganti dengan mata berbinar-binar, tertarik… nah lo..

Add. jadi ingat serial “Arisan”… motto MLM yang tak terlupakan “What is your dream?”

Retta

Bingung sih memulai kategori “friends of my life” ini. Tapi hatiku tertambat pada nama yang satu ini, Retta Sumihar Berliana Sitorus :) . Nama dan wajahnya berkelebat begitu saja pas mandi sore kemarin. Abis dia juga ga punya friendster untuk dikasi testimoni sih… jadilah aku memberinya testi di sini.

Kalo kalian kenal aku waktu kuliah, tentu saja kenal dia, cantik-itulah kesan pertama saat melihatnya- mempesona, tinggi langsing (bak model), ribut, rajin dan pintar. Mmm, apa yang kurang darinya? Walah, jangan langsung bilang dia bidadari, karena Retta juga manusia, bukan bidadari atau malaikat dari sorga. Ribut, itulah ciri negatif yang paling mencolok. Tentu saja darah batak yang mengalir membuat dia bersuara keras, tapi mengapa kami yang batak-batak ini juga merasa dia terlalu ber-power? :)) (maap Ta..) Read the rest of this entry »

Ironi

Ada apa dengan Indonesia-ku? Ada apa dengan Tanah Air ini? Mengapa Tuhan mengizinkan ini terjadi atas negara ini? Pasti ada maksud-maksud tertentu… Coba kita melihat kembali diri kita masing-masing, ada apa sebenarnya.

Dua hal kecil yang mungkin saja menjadi kesalahan kita masing-masing… Read the rest of this entry »

Halaman 31 dari 33« Pertama...«2930313233»