Bu Sarasianti

Terinspirasi oleh comment terakhir di blog-ku, aku ingat seorang ibu Kepala Seksi di Kantorku terdahulu (ehm…).

Tidak seperti ibu kebanyakan, dia tampil beda dengan gaya mandiri dan perkasa ( :-) ). Awalnya aku mengira dia orang yang sulit dipahami. Tapi ternyata ga salah-salah banget, dia memang sulit dipahami. Baca selengkapnya »

Eka Aritonang

Teman, sahabat dan rekan. Deretan terbaik dari stok sahabatku.

Eka Aritonang

Aku hafal gerakan bola mata, tawa dan bahasa tubuhnya. Bahkan aku bisa menebak isi hatinya. Sampai sejauh itu aku telah mengenal seorang Eka. Terakhir bertemu tidak terjadi perubahan yang signifikan. Di sisi lain Eka terlihat lebih dewasa dan lebih tegar. Aku suka perubahan itu. Baca selengkapnya »

Kembalinya Kepercayaan Diriku

Pernah kehilangan rasa Percaya Diri? Dalam artian benar-benar ga PD alias minderrrrr bgt?

Dua-tiga minggu ini penyakit ga PD menghinggapiku. Cukup kronis dan sulit dihadapi. Pengennya ga kerja, malas muncul di muka umum, tidur kurang nyenyak dan radang pencernaan. Percaya ato tidak minder tu bisa menyebabkan ketahanan tubuh menurun.

Minus PD ini memang tidak menyerang setiap segi kehidupanku, hanya saat ngantor saja. Akibat lain juga terjadi seperti rambut rontok, bosenan dan jerawatan. Ini stres ato minder sih? Aku sendiri ga jelas. Mungkin ini sebab-akibat yang mengakibatkan adanya lingkaran setan. Ga PD awalnya—>stress—>tekanan jiwa—>rambut rontok, jerawatan dsb.—>makin Ga PD…dst.

Mau tau ga sebabnya apa? Baca selengkapnya »

Spiderman 3

SPIDERMAN 3

Spiderman 3Filmnya lumayan bagus, tapi agak kurang mengena di hatiku.

Musuhnya kebanyakan, jadi kesan yang ditimbulkan tidak spesifik dan kurang detil.

Dibandingkan sekuel terdahulu, eksplorasi Spiderman 3 kurang menyentuh.

Kelebihan film ini adalah cerita romantis yang lebih ditonjolkan. Paling tidak, para cewe lebih suka aja nontonnya. (ga action mulu gitu loh)

Oh Lelaki III

Terinspirasi majalah wanita “Chic”, aku membuat judul ini dari sudut pandangku sendiri. Dan benar saja, topik ini menarik banget untuk dibicarakan.

Setelah dua topik Oh lelaki dilayangkan, seorang teman memberikan pendapat tentang tulisanku itu melalui japri. Ntah karena dia tidak terlalu berani atau karena kepanjangan atau alasan lain. Senang rasanya dapet tanggapan positif. Singkatnya, dia mengirimku sebuah artikel yang ditulis oleh seorang ibu, bagaimana dia memandang suami dan teman-temannya. Kebetulan sekali temanku ini lelaki. Kutantang dia memberikan pendapat sendiri yang sampai sekarang belum dijawabnya. Baca selengkapnya »