Pernikahan Robert dan Rostinyde

Oti

Robert dan Rostinyde Baca selengkapnya »

Flashback-Tigabinanga

1981-1989
Lahir di tengah-tengah keluarga sederhana, berkecukupan. Anak kelima dan yang terakhir membuatku sedikit manja dan kurang mandiri (hehe, sama saja). Aku tumbuh di kota kecil Tigabinanga. Teman-temanku di Jakarta sering becanda “Dimana itu Tigabinanga, tidak ada dalam peta”. Aku dan anak-anak sekompleks suka main di kuburan belakang tanpa rasa takut, manjat pohon mangga tetangga sampe kena marah dan manjat pohon kelapa untuk diminum. Baca selengkapnya »

Ego

Tahun-tahun lalu yang kusesalkan tak mungkin lenyap begitu saja dari ingatan. Sekalipun aku melangkah sejuta jarak dari itu semua.

Ketika kucoba menghapus bayangmu dari hatiku, sebenarnya aku tidak sedang melakukannya, aku berbohong. Bohong pada semua orang bahkan pada diriku sendiri. Sampai sekarang wajahmu dan setiap gerakanmu masih ada di pikiranku, meskipun bertahun-tahun silam.

Ketika kudengar kau akan melangsungkan pernikahanmu, aku goncang. Mengingat janjimu dulu, aku merasa dibohongi olehmu, yang menurutku tidak mungkin dilakukan oleh malaikat sepertimu. Aku sangat terlalu mengagumimu. Kau sosok yang sangat sempurna untukku. Jangan rusak citramu di mataku. Baca selengkapnya »

3 rd Anniversary

Aku capek berpikir tentang diriku sendiri… terkadang.

Cerita tentang 3rd anniversary ini singkat. Tapi bisa kok dipanjangin, hehehe.
Kemarin aku 3rd anniv dengan si abang, sayang kita ga bisa ketemuan. Mengingat dia sedang di Bogor mengikuti diklat fungsionalnya. Aku tu orangnya bisa jadi sangat sentimentil kalo dibawa sentimentil, tapi bisa juga sangat mandiri. Pengen sih ketemu trus buat acara romantis di tempat makan dimana gitu… Baca selengkapnya »

Waktu

Mari berbicara tentang sesuatu yang terjadi belakangan ini.

Sabtu, 31 Maret 2007
PORSENI SEKOLAH MINGGU

Aku senang banget bagian ini karena setelah seminggu sesak dengan pekerjaan, aku bisa melihat anak-anak yang lucu, menggemaskan dan menjengkelkan di saat tertentu. Minta dicubit.
Pagi-pagi buta kami berkumpul untuk berangkat bareng ke Kebayoran Baru tempat lomba diadakan. Bermodalkan semangat dan sukacita kami berhasil menyabet juara 3 di lomba cerita dan kelereng, meskipun anak kami tidak mau ngakuin kemenangannya di kelereng, hehehe. Anak yang jujur. Memang mereka merasa ga juara, karena melakukan kesalahan. Ntah bagaimana ceritanya jadi juara, aku pun bingung.

Kembali ke inti cerita.
Kami tiba di Kebayoran tepat jam 7 pagi. Tapi, apa yang kami temukan? Segelintir orang yang berseliweran dan suara orang yang mengadakan pengumuman dari mikrofon. Dimana semua orang? Ternyata, mereka belum datang. Acara itu sukses dimulai jam 8 lewat. Telat 1 jam lebih. Gemes ga sih? Baca selengkapnya »