Tokyo (Part1)

Tokyo sebenarnya adalah kota incaranku ketika pertama kali melamar universitas. Tapi ketika “kata Nagoya” singgah di telingaku, aku berpaling dan berkhianat. Padahal aku sempat dijuluki Irene “Waseda” Santi ;) saking cintanya dengan Waseda University.

Suasana liburan musim semi membawa kami ke Tokyo, apalagi mengingat liburan dan mimpi indah kami sebagai research student segera berakhir. Jadi, jangan sia-siakan waktu, mari berkunjung ke Tokyo.

TOKYO, 1-4 April 2009
Cerita ini akan sangat panjang jika satu per satu dipaparkan, tapi akan kucoba mempersingkatnya dengan beberapa foto.

1 April 2009, 1.30 PM
Tiba di Tokyo dengan badan letih. Kami menggunakan JUHACHI KIPPU, tiket murah yang disediakan untuk liburan anak sekolah di Jepang. Murah yang dimaksud adalah murah di Jepang, jangan bayangkan murah gaya Indonesia. Tapi lumayanlah, dibandingkan harus membayar sejutaan rupiah sekali perjalanan jika menggunakan SHINKANSEN. Kelemahan tiket ini adalah kami harus transfer kereta di lima stasiun yang juga berarti perjalanan akan lebih panjang, memakan waktu sekitar 6-7 jam. Bandingkan naik Shinkansen hanya memakan waktu dua jam untuk Nagoya-Tokyo. Diajabanin deh, demi mengunjungi kota yang katanya pusat teknologi itu.

Juhachi Kippu

Juhachi Kippu

Setibanya di Tokyo, kami berempat (Hani, Huda, Icha dan aku) bertemu dengan teman-teman yang baru saja tiba di Jepang, mahasiswa Waseda. Grup ini dikomandoi oleh Feri, Hitotsubashi University, teman kami yang lebih dulu berada di Jepang satu semester. Dia juga yang menemani kami sepanjang perjalanan di Tokyo sekalian menyediakan kamar buat ditumpangi. Ceritanya kami ke sana sebagai “backpacker”, murah meriah muntah.

Tas punggung yang kubawa lumayan membuatku pegal karena aku membawa laptop juga demi online. Dengan tas punggung itu kami memulai perjalanan mengelilingi Tokyo.

IMPERIAL PALACE
Tempat yang kami kunjungi pertama ini sudah mulai dihiasi Sakura yang mekar sempurna (full blossom). Di sini kami makan siang sambil hanami kecil-kecilan (Hana=bunga, mi=melihat) dan berfoto-foto tentu saja. Sudah berbulan-bulan kami tidak bertemu satu sama lain dan kami bertemu di sebuah tempat baru, sebuah pengalaman yang mengasikan.

Pintu Masuk Imperial

Pintu Masuk Imperial

Sakura di Imperial

Sakura di Imperial

Lapangan Luas Imperial

Lapangan Luas Imperial

Akses ke Imperial palace buat kaum awam hanya sampai taman di sekitarnya saja. Padahal aku penasaran banget tuh isinya gimana.

AKIHABARA

Akihabara

Akihabara


Tujuan ke Tokyo salah satunya adalah berbelanja barang elektronik murah, dimana lagi kalo bukan Akihabara. Pusat penjualan barang elektronik atau mangga dua-nya Jepang. Hari itu kami belum berhasil membeli tujuan utama kami harddisk. Kami baru membeli harddisk sehari menjelang pulang. Satu TB (tera byte) seharga sembilan ribu yen, dirupiahkan sekitar sejuta rupiah lah. Benar-benar surga elektronik tu Akihabara.

Continued to Tokyo (Part2)

Related posts

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

3 Comments so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. April 9, 2009 4:10 pm

    @heri koesnadi:
    :">

    @karangsati:
    bukan cewek tapi kaum awam yang ga bisa masuk imperial :)>-

  2. April 9, 2009 4:03 pm

    masuk imperial palace, cewek hanya boleh sampai taman doang? kok ada aturan gitu ya…?

  3. April 9, 2009 12:00 pm

    Wah seru2… Sugoi..:((

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »