SMUNSAKA 2008
Inilah SMU ku dulu, tempat aku berteman, bertumbuh dalam pengetahuan, jatuh cinta dan patah hati. SMU Negeri 1 Kabanjahe. Foto ini diambil oleh kak Dewi Mutiara Kaban. Terima kasih buat foto-foto cantiknya dan izin untuk menyuntingnya di blog ini.

Pintu Masuk
Pintu masuk ini mengingatkanku akan guru BP yang selalu siap siaga memukuli kaki murid-murid yang terlambat. Padahal untuk berlari dari jalan raya ke gerbang sekolah butuh satu sampai dua menit. Satu dua menit itu menjadi menit-menit mendebarkan, udah terlambat kena pukul lagi. Tak jarang, kami disuruh berbaris di depan pagar untuk beberapa lama sebagai hukuman terlambat, atau malah disuruh menyapu lapangan yang luas itu. (Aku adalah salah satu murid yang sering kena hukuman itu).

Kantor Guru
Ternyata dinding kayu itu tetap dipertahankan sampai sekarang. Padahal seingatku, kayunya udah lumayan rapuh waktu aku SMA dulu. Setiap kali lantai kayunya diinjak, ada bunyi-bunyi memilukan
.

Kelasku Dulu
Nah, kelasku yang di pojokan (hampir tak terlihat) adalah kelas paling meninggalkan kesan. Kelas III IPA 1 yang anggota-anggotanya masih kompak sampai sekarang. Kalau dibuat perlombaan menghias taman antar kelas, kelas kami pasti kalah karena memang tidak memiliki taman sama sekali.

Lapangan Upacara
Aku pernah hampir jatuh pingsan di lapangan upacara ketika sengaja melewatkan sarapan pagi. Upacara adalah acara paling tidak kusuka karena disuruh berdiri berjam-jam, tak boleh bergerak ke sana kemari. Padahal aku adalah tipe anak yang lumayan sulit disuruh statis begitu.

Perpustakaan
Perpustakaan bukanlah tempat kami membaca buku, tapi tempatku dan teman-teman melihat kakak-kakak kelas yang keren.

Kelas Satu
Dulu aku termasuk dalam golongan murid tertindas. Rangking NEM (Nilai Ebtanas Murni) sih tinggi, tapi kok disingkirkan ke kelas 1-2. Padahal jelas-jelas ranking adalah dasar penempatan kelas. Saat itu juga, aku harus berpisah dengan Pipit, temanku semeja sejak kelas satu SMP. Tapi akibat penindasan itu malah positif, aku berjuang menunjukkan kalau aku bisa dan tidak terlena.

Podium

Kepala Sekolah

Pesan Penutup
Mela Mulih Adi La Rulih artinya malu pulang kalau tidak ada hasil.



Add to del.icio.us