Hadiah Hiburan dari Tuhan
Menimbang, menyatakan dan menjatuhkan pilihan pada Nagoya University.
Sekitar enam bulan lalu, aku melamar Waseda untuk berangkat lebih awal. Lamaranku tidak diterima dan tentu saja aku sedih. Kegagalan ini membuatku semakin berkeinginan ke Waseda, dendam ingin membuktikan kebolehan. ![]()
Pagi itu, ketika kutelepon seorang panitia beasiswa, dia membenarkan kalau aku tidak diterima. Aku pun lunglai, duduk di atas lantai lorong asrama kami, berdoa itu tidak benar. Sedikit rasa berontak, protes pada Tuhan, kenapa Tuhan? Aku anak baik yang selalu melaksanakan tugas (kalau diingat-ingat sih nggak selalu).
Sorenya kututup mataku, berdoa dan kutemukan jawabannya. Masih ada pekerjaan yang belum selesai. Aku masih mengurusi anak-anak di gereja sampai bulan Desember 2008 ini. Aku sudah memegang komitmen itu sejak pertama aku menerimanya untuk 2 tahun (2007-2008). Kelegaan memenuhi hatiku “aku akan menyelesaikannya buatMu”.
Enam bulan kemudian, kami diberikan kesempatan melamar 3 universitas dan aku sudah memakainya satu buat Waseda. Dua sisa kesempatan kupakai melamar Nagoya dan Waseda (lagi). Waseda tentulah menjadi pilihan pertama. Tak kupungkiri, prioritas itu akibat kegagalanku enam bulan lalu. Tokyo juga menjadi daya tarik khusus bagiku, karena aku suka sosialisasi, banyak teman, fasilitas dan kecanggihan.
Ketika Letter of Acceptance (LOA) ke Nagoya kuterima, aku tahu itulah universitas yang tepat bagiku. Keberangkatan di bulan Januari 2009 menguatkanku bahwa itulah universitas yang paling pas di samping terlebih lebih karena subjeknya sesuai dengan bidangku. Jika aku menerima LOA itu, lamaranku ke Waseda harus dibatalkan. Kuputuskan menelepon konsultan dan memberi persetujuan pembatalan lamaran ke Waseda. Mungkin karena terlambat dikomunikasikan ke Tokyo, lamaran Waseda pun berbuah LOA juga.
Pilihan diberikan kepadaku. Sesaat aku seperti limbung, pusing menentukan pilihan. Kuminta orang tua ikut berdoa bersamaku. Dua hari pertimbangan berujung pada Nagoya University, meskipun beratus orang yang mengatakan Waseda lebih baik. Karena buatku, bukan “universitas yang lebih baik” tapi “universitas yang tepat”.
Terima kasih buat hadiah yang indah ini Tuhan. It was difficult to understand Your way. However, it’s beautiful in Your time. Juga buat hadiah hiburannya, meskipun sempat buat pusing



Add to del.icio.us