Renaldy Rembrandt

Periang, ramah, bocor, pekerja keras (kalo lagi mau), seniman, penyanyi, ga tau malu, terlahir separuh batak dan kadang menyesal terlahir demikian. Sebut saja dia “Rere”.

Ntah kenapa garis kehidupan mempertemukan kami di STAN tahun 2002. Aku menjadi pewawancaranya ketika Rere mendaftar ulang masuk STAN. Ngakunya suka menggambar komik, jadi kusuruh dia menggambar sembari kuwawancara.

Anak ini terbilang unik di antara sesamanya dan garis kehidupan kembali membuat kami bertemu. Tahun 2003, kutawarkan suatu posisi penting di kepengurusan PMK, bidang Ibadah. Bidang ini menurutku sangat penting, meskipun bidang lain sama pentingnya, karena peranannya bisa menyebabkan semua ibadah jadi berantakan, halah ;) . Ya iyalah, namanya juga bidang ibadah. Tidak bermaksud mengecilkan bidang lain.

Untunglah, dia menyatakan bersedia untuk dididik di bidang yang kukelola tersebut. Cerita pun bergulir, kami bergotong-royong bersama tim ibadah lain mengadakan pertemuan-pertemuan, merancang tema-tema penting, mengkoordinatori seminar-seminar, dll sampai membuat rujak yang sama sekali tidak berkaitan dengan job description bidang ini. Bidang ini juga membawa Rere menjabat sebagai koordinatornya setelah aku menamatkan kuliahku. Hebat dan dewasa kali kau Dek.

Kehidupanku berwarna bersamamu Re. Kau menambah banyak warna yang kukoleksi di dalam hatiku. Kukira dulu aku akan berpisah denganmu, ternyata salah, aku bertemu lagi denganmu di kantor dan gedung yang sama, meskipun di direktorat yang berbeda.

Sadarkah kau Re, kalau jalan hidup yang kaupilih dan kupilih selalu melibatkan diskusi di antara kita. Itu memberi bukti cukup bahwa kita mempunyai posisi penting di hati masing-masing. Mungkin, diskusi ini sulit dilanjutkan untuk beberapa tahun ke depan, tapi aku tetap akan mempertahankan komunikasi selama ini denganmu.

Hari ini, berkat dorongan dan dukunganmu, aku juga telah dapat lampu hijau dari Nagoya University untuk aplikasiku, doakan untuk tahap melamar selanjutnya.

Related posts

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

9 Comments so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. January 18, 2009 11:45 pm

    *baru pulang nganterin kaka dari bandara…

    miss you already
    sukses di sana ya ka…
    GO CHASE YOUR DREAM!!!!

  2. November 12, 2008 1:41 am

    [...] irene dalam renaldy rembrandt [...]

  3. October 10, 2008 4:21 pm

    @Irene Santi:
    adalah dek panas mengenakkan, kalo habis dari McD Bintaro, ke luar ruangannya rasanya enak kan? walaupun bentar doang :d

  4. October 9, 2008 4:41 pm

    aduhhh… Rere siapa ya? kayak kenal:-?

    Rere itu… manis, asem, asin… nggak karuan deh rasanya, heuheuheuhueu

    naah… he’s one of the most colorful persons I’ve ever known

  5. October 9, 2008 2:36 pm

    senang punya adik sepertimu Re :)

  6. October 7, 2008 4:56 pm

    bener-bener kisah persahabatan sejati:((:(:“>*:d/:-?

  7. September 25, 2008 11:15 pm

    @rerere:
    Sejujurnya, pada waktu kau memberi alamat salah itu, kami berdua pengen jitak kau re, karena saat itu yang ada panas ga mengenakkan (emang ada panas enak?)bgt. Tapi, bagaimanapun, pengalaman itu menambah jumlah kenangan kamilah. :d

  8. September 25, 2008 10:25 pm

    seriously…

    *menahan air mata haru…

    iya kak, aku baru sadar banyak titik krusial dalam hidupku yang aku konsultasikan ama kaka.

    mulai dari terima jadi anggota ibadah, aku belajar banyak. mulai belajar bersosialisasi, belajar kerja bareng orang yang aku ga suka, terutama belajar berkorban buat kepentingan rame2 yang padahal udah capek2 berkorban, ga ada juga yang nyadar….

    pas aku terima jadi ketua bidang ibadah, aku belajar lebih banyak lagi. belajar jadi pemimpin, dan terutama belajar mengenai kehidupan (ceileh)

    nembak dia pun dulu aku konsultasikan ama kaka :-"

    terus ikutin saran kaka untuk coba tes fungsional prakom, dan lolos…
    makanya bisa ketemu lagi di kantor….

    cuman satu saran kaka yang nggak kuikutin, yaitu ikut D4. itu karena aku ga mau rugi (financially) dan ga yakin bisa lolos,bisa bertahan di sana, dan ga yakin aku mau ambil resiko penempatan ulang…

    selamat ya ka, udah dapet lampu hijau dari nagoya university.
    *hug

    i promise, i’ll go there someday, just like you.
    kuliahku yg sekarang so far lebih menyenangkan daripada di stan. tapi lebih kurasa akan lebih berat menjalaninya.
    but i guess its okay, since i guess it is a ticket to go overseas like you….

    doain aku ya ka, sometimes i’m tired of this life, im tired of being last-picked, im tired of office life, dll dll.
    tapi kayaknya gapapa juga, kalo di KD ato KKP dulu, katanya biar tekun dan tahan uji…

    *ngelap airmata pake singlet

    thanks ya ka, buat semua saran2 kaka.
    i’ll memorize you in my mind as one of the best advisor i had…

    mengenai sebel jadi orang batak, actually aku bangga loo, cuma kemaren lagi sebel aja, karena susah payah menemukan ’seseorang’ yang cucok, ternyata dianya secara adat masih sodara…
    ga usah diungkit lagi itu kak, hehehe

    btw, serius nih, menurut kaka, kalo waktu itu pas kakak nyari alamat komatsu ama bang dani, yang kalian jadi kesasar2 setelah aku kasih tau alamatnya (yang tentu saja salah) itu…
    kalo misalnya waktu itu kalian ga kesasar? kira2 bakal jadian ga?
    kalo ga jadian kan kaka jadi belom punya suami dong… hehehe
    just curious kak…

    luv you bukiiiiittttt

    *big hug

  9. rerere

    September 25, 2008 9:56 pm

    “breathtaking!!!!! two thumbs up”
    -Roeper and Ebert

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »