Alergi Apaan Sih?
Hari ini aku harus mendekam di rumah, dengan bercak merah di sekujur tubuh mulai dari wajah sampai jari-jari kaki. Ditambah dengan gatal-gatal, maka lengkaplah penderitaan ini. Ada sisi positifnya juga sih, aku jadi tidak perlu ke kelas romusha di asrama. ![]()
Sampai sekarang aku belum bisa menebak apa gerangan yang menyebabkan alergi ini. Yang pasti, gatalnya berhasil membuatku seperti orang yang nggak mandi tujuh hari-tujuh malam. Garuk sana garuk sini, ga sopan. Aku ga makan aneh-aneh, dari kemaren rasanya biasa saja, pagi makan telor siang makan rendang dan malam soto ditambah pisang sale. Tidur malam jumpalitan karena rasanya sungguh tidak enak.
Akhirnya, aku menarik kesimpulan jangan-jangan alergi ini adalah alergi makanan enak. Bingung… Memang sih, aku minum obat dari dokter, tapi masa sih alerginya belakangan. Itu juga ga masuk akal.
Saat aku menulis post ini, aku berada di kamarku yang nyaman dengan angin sepoi-sepoi alami dari luar jendela. Bisa enak juga kalau alergi begini ya? Tapi nggak mau terulang kedua kali.
NB. Jangan-jangan alergi “kabar buruk” lagi. (Baca post sebelumnya)



Add to del.icio.us