Review: Incredible Hulk

Setelah perjuangan panjang yang dimulai hari Jumat, 20 Juni 2008 sampai 22 Juni 2008, akhirnya kami bisa mendapat dua lembar tiket menonton Incredible Hulk di XXI Pondok Indah. Mungkin karena kebetulan ada promo Bank Mandiri, beli satu dapat dua tiket, mendadak antrian pembelian tiket menjadi panjang.

Aku bukanlah penikmat film superhero beginian, tapi baiklah kutulis reviewnya secara objektif.

HulkDirected by: Louis Leterrier
Cast: Edward Norton, William Hurt, Liv Tyler, Tim Roth
Duration: 114 min
DEWASA (banyak adegan kekerasan)

Film ini sudah ditunggu lama oleh fans Hulk, terbukti dari panjangnya antrian sejak hari pertama penayangannya di bioskop di Indonesia.

Di awal film, ada sejumlah scene pendek sebagai latar belakang cerita. Sayang sekali film ini tidak punya cerita yang kompleks, tapi sederhana dan lebih banyak ditekankan ke bagian action dan sedikit kisah cinta antara Bruce Banner (Edward Norton) dan kekasihnya (Liv Tyler).

Pertama, Banner melakukan sebuah eksperimen atas dirinya sendiri yang mengakibatkan perubahan bentuk tubuh menjadi Hulk yang pemarah, kuat dan tak terkendali. Akibatnya, General “Thunderbolt” Ross (William Hurt) Jenderal yang tak lain adalah ayah kekasihnya, mengejarnya karena dianggap Hulk adalah properti negara. Dalam pelariannya, Banner berhasil mengendalikan emosinya dan tidak berubah sama sekali menjadi Hulk untuk waktu yang lama. Tapi keinginannya untuk sembuh mendorong dia untuk bertemu seorang ilmuwan yang bisa menyembuhkan penyakitnya itu.

Dengan ambisius, akhirnya Thunderbolt bisa memperangkap Hulk saat Banner bersama dengan kekasihnya. Banner yang tidak bisa mengendalikan kekuatannya ketika dia berubah menjadi Hulk, merusak semua hal yang bisa diraihnya. Tapi ketika bertemu muka dengan kekasihnya, dia bisa tenang kembali. Dalam sebuah serangan bertubi-tubi, Hulk akhirnya membawa kekasihnya ikut melarikan diri dari Thunderbolt.

Sementara itu terjadi, Thunderbolt sibuk dengan proyek pembuatan serdadu unggulan yang kuat, dengan mempergunakan serdadu andalannya Emil Blonsky (Tim Roth) sebagai objek. Sayang sekali, Blonsky adalah orang tamak yang ingin lebih dari itu. Setelah mendapat suntikan untuk kekuatan, Blonsky ingin menjadi seperti Hulk. Dalam pengejaran Hulk, Blonsky bisa bertemu dengan ilmuwan yang dicari Banner untuk menyembuhkannya. Ilmuwan itu tahu benar bagaimana cara mengubah seseorang menjadi seperti Hulk… dan berhasil.

Pertempuran antara dua monster hijau besar tak terhindarkan. Hulk dan Blonsky bertempur dengan segala kemampuan. Pada saat itu Hulk berhasil mengendalikan amarahnya dan mengalahkan Blonsky.

Kelemahan: aku kurang menyukai sesuatu yang tidak logis dan superhero yang begini. Apalagi terkesan memaksakan diri dengan menambah kisah percintaan di dalamnya.

Kelebihan: Film ini didukung action yang cukup memikat.

Related posts

2 Comments so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. July 2, 2008 10:59 am

    filmnya gak sebagus trailernya :(

    aku lebih senang sama Hulk yang pertama…

  2. June 30, 2008 2:46 pm

    coba deh nonton Hulk di baris paling depan…. lebih seru lho Ren….

    ditambah puyeng tentunya….. terlalu banyak gerakan! ^________^

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »