Bye-bye Indosat

Dulunya aku pemakai setia Indosat, Mentari dan StarOne. Tapi karena beberapa alasan, akhirnya aku beralih ke Telkomsel Halo (Pasca bayar) dan Flexy (CDMA).

Semalam, aku baru menyadari kalau hari-hari berlalu sebegitu cepat, sampai lupa mengisi pulsa Mentari. Aku membeli pulsa dua puluh lima ribu rupiah untuk sekedar memperpanjang masa pemakaian Mentariku. Malang nasibku dan karena kesalahanku juga, Mentarinya diblokir. Mentarinya hanya bisa dipakai menerima panggilan dan SMS. Mengisi pulsa saja tidak bisa karena ketika 555 dipanggil keluar, pesannya begini “nomor terkunci”.

Setelah mencoba beberapa cara pengisian pulsa dan gagal, akhirnya kutelepon call center Mentari 021-5438888 untuk mengetahui apa yang seharusnya kulakukan mengingat nomorku ini sudah kupakai hampir 6 (enam) tahun. Tapi ternyata Mentari tidak mau kooperatif. Mereka bilang, aku tidak bisa memakai nomorku lagi meski dengan cara apa pun. Padahal, aku kan pelanggan tetap selama 6 (enam) tahun, tidakkah sebaiknya mempertimbangkan pelanggan setia dulu sebelum memutuskan “hubungan ini”? Dengan mudah, operatornya memberikan saran “Beli aja lagi nomor baru, Mbak”. Aku berusaha meyakinkan dia untuk memberiku kesempatan, toh waktu nomor hilang aja bisa di-recover, masa ini nggak bisa. Tapi tetap aja, ujung-ujungnya “no way”.

Nasib banget ya…
Sebenarnya satu-satunya alasanku mempertahankan nomor Mentari ini adalah karena enam tahun itu, bukan karena kemudahan-kemudahan yang diberikan Indosat. Pulsa membengkak ketika aku mempergunakan Mentari, makanya aku menambah CDMA (notabene di bawah Indosat juga) StarOne. Dan kenapa aku juga meninggalkan StarOne adalah karena sinyal StarOne di Serpong tidak ada alias mati sama sekali (tulisan di layar selalu: searching for network). Kesimpulannya, aku harus mengucapkan selamat tinggal semua produk Indosat.

Sekarang, aku mempergunakan Halo Pascabayar Telkomsel dan Flexy sebagai CDMA. Sepanjang ini, Halo memberikan pelayanan terbaiknya, tidak ada kesalahan fatal di tagihan seperti banyak orang pernah bilang. Pulsanya cukup mahal, tapi sebanding dengan sinyal kuat dan kemudahan pascabayarnya. Flexy menang di murah dan nggak banyak trouble. Dulu aku pernah pake Esia, tapi tidak bisa menelepon suami yang juga pake Esia, apa-apaan tuh? StarOne juga murah dan asik, tapi suka bermasalah sinyalnya. Sejauh ini Flexy is still the best.

NB. Teman-teman, telepon aku ke Halo aja ya, jangan ke Mentari lagi.

Related posts

4 Comments so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. June 10, 2008 1:01 pm

    bye bye 2… :((
    :d

  2. bobby

    June 10, 2008 6:42 pm

    Cerita tentang telepon..
    Waktu kecil main telpon-telponan menggunakan kaleng dikasih benang…
    Msk kerja pertama kali liat kakak kelas pada handphone2an dan wow dulu kok mentereng sekali yang pya hp..
    Nomor hangus sdh biasa kalo aku,ren..

    dulu mau ngisi pulsa pake voucher di konter..
    tapi kata yang pya toko bilang lagi gangguan..
    coba nanti sore..katanya..
    iseng-iseng kuisi masukin sampai 10x ternyata terus macet..terus hangus..ya goodbye..

  3. June 13, 2008 2:05 pm

    berarti kurang gertakannya ren … :) dulu pernah kasus no eksel, sampe perwakilannya datang mengunjungi dan membawa cendera mata segala.Cuma kita gertakannya sampe publikasi ke media, jadi mereka mungkin takut kali ya (salah sendiri meremehkan client) :-w

  4. nia

    June 18, 2008 10:15 am

    huh…. aku aja bt sama indosat, no ku gak bisa manggil ke beberapa no….

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »