Permasalahan “Beru”
Masalah baru dengan nama lengkapku,
Aku memang memiliki embel-embel “BERU” alias “BORU” di namaku. Sebenarnya itu nama yang lazim dipakai orang karo dahulu kala, sekarang sih nggak.
Dulu waktu SMA, panggilanku Bukit (marga bapak) karena mereka bilang unik dsb. Nggak masalah, aku tetap bisa menikmati dipanggil Kit, Kit, Kit.
UMPTN (ujian masuk perguruan tinggi negeri) pun menambah panjang permasalahan nama. Kotak untuk nama harus kuisi semua (maklum nama lengkapnya panjang). Itu pun, masih tak apalah. Semuanya toh sudah berlalu.
Masuk PNS, mendadak namaku bertambah satu karakter dengan menambah titik di sana. Semula BR menjadi BR. (a.k.a. BR titik). Makin aneh saja namaku.
Hm…
Inilah bagian puncaknya. Kemaren pas ngelamar ke Jepang (Waseda University), namaku jadi permasalahan baru. Mereka benar-benar tidak mau menerima sesuatu yang aneh. Okelah kalo orang Indonesia nggak punya surname masih keterima akal, tapi kalo punya nama Br (dengan titik), apaan tuh? Ntahlah, apa nanti lamaran itu terpengaruh oleh nama aneh itu atau nggak, kita lihat saja nanti. Tapi untunglah aku tidak disuruh menambah satu essay lagi tentang namaku yang aneh itu.
Sekarang terbersit di hati, ntar kalau aku punya anak akan kuberikan dia nama dalam tiga kata: Fergie Hasiholan Malau, Paris Hilton Malau (namanya harus berakhir Malau, jadi tinggal menyiapkan dua nama dan tanpa Br. tentunya) dan seterusnya, supaya tidak ada kesulitan di kemudian hari.
tapi jangan juga jadi “Gugel Yahu Malau” dek hehehe…
yang bener beru bukan boru yaaaa?
dalam bahasa karo itu: br=beru
dalam bahasa toba itu: br=boru
nah tinggal pilih yang mana?
aku tertarik dengan cerita karantinanya, o ya caranya bagaimana kok bisa sampai dikarantina gitu..maksudku…biar ngikuti jejakmu,,,biar pinter english gitu
@Fani:
Oh, sebenarnya ini program S2 dari kantor. Jadi, sebelum berangkat ke luar negeri, diwajibkan karantina selama 5 bulan. Kalo pengen pintar bahasa inggris, nggak perlu harus dikarantina segala kok… hehehe..
ini komentnya dibatasin karakternya ya,ren? wah, aku sebagai pengarang jadi kurang leluasa nih menulis..Btw, boru itu tidak sama dengan pariban ya? terus ningratnya orang batak itu pake raden raden gak? kan dulu ada kerajaannya sisinga mangaraja kan? kalau boru masuknya nickname,atau first name, atau last name, atau middle name? Hasiholan itu maksudnya disayang orang ya? kebanyakan nanya ya aku…tapi setahuku kalau marga itu ada tingkatan tingkatannya..ya ide untuk bikin marga itu dari siapa ren? dengar dengar itu termasuk politik divide et ampera nya belanda kan? correct me if i’am wrong (CMIIW)
@bobby:
aku ga pernah dengar hubungan itu
Nggak dibatasi kok mas karakternya, tulis saja sebanyak mungkin. Coba kujawab sebisaku ya:
1. boru tidak sama dengan pariban, boru itu marga (tapi untuk perempuan), sedangkan pariban (dalam bahasa karo=impal) itu orang yang memungkinkan untuk kita nikahi, karena suatu hubungan (yang kalo dijelaskan bisa panjang)
2. Ningrat? hm..
3. boru itu pastilah menjadi surname ato family name (si empunya pasti perempuan)
4. Hasiholan (bahasa toba) artinya yang disayang (tebakannya benar)
5. Marga/boru nggak punya tingkatan seperti kasta, sama saja.
6. ide marga coba kucari dulu gimana ceritanya… (masih belum tahu banyak)