Permasalahan “Beru”

Masalah baru dengan nama lengkapku,
Aku memang memiliki embel-embel “BERU” alias “BORU” di namaku. Sebenarnya itu nama yang lazim dipakai orang karo dahulu kala, sekarang sih nggak.

Dulu waktu SMA, panggilanku Bukit (marga bapak) karena mereka bilang unik dsb. Nggak masalah, aku tetap bisa menikmati dipanggil Kit, Kit, Kit.

UMPTN (ujian masuk perguruan tinggi negeri) pun menambah panjang permasalahan nama. Kotak untuk nama harus kuisi semua (maklum nama lengkapnya panjang). Itu pun, masih tak apalah. Semuanya toh sudah berlalu.

Masuk PNS, mendadak namaku bertambah satu karakter dengan menambah titik di sana. Semula BR menjadi BR. (a.k.a. BR titik). Makin aneh saja namaku.

Hm…
Inilah bagian puncaknya. Kemaren pas ngelamar ke Jepang (Waseda University), namaku jadi permasalahan baru. Mereka benar-benar tidak mau menerima sesuatu yang aneh. Okelah kalo orang Indonesia nggak punya surname masih keterima akal, tapi kalo punya nama Br (dengan titik), apaan tuh? Ntahlah, apa nanti lamaran itu terpengaruh oleh nama aneh itu atau nggak, kita lihat saja nanti. Tapi untunglah aku tidak disuruh menambah satu essay lagi tentang namaku yang aneh itu.

Sekarang terbersit di hati, ntar kalau aku punya anak akan kuberikan dia nama dalam tiga kata: Fergie Hasiholan Malau, Paris Hilton Malau (namanya harus berakhir Malau, jadi tinggal menyiapkan dua nama dan tanpa Br. tentunya) dan seterusnya, supaya tidak ada kesulitan di kemudian hari.

You may Leave a comment or Subscribe to Comments RSS or Trackback this entry.

Informasi Pemasangan Iklan
Ads by AdaQue.com

7 comments so far

  1. daniel May 8, 2008 8:42 am
    Indonesia Indonesia

    tapi jangan juga jadi “Gugel Yahu Malau” dek hehehe…

  2. rerere May 8, 2008 9:59 pm
     United States

    yang bener beru bukan boru yaaaa?

  3. Irene Santi May 9, 2008 12:49 pm
     United States

    dalam bahasa karo itu: br=beru
    dalam bahasa toba itu: br=boru

    nah tinggal pilih yang mana?

  4. fani May 11, 2008 10:16 am
    Australia Australia

    aku tertarik dengan cerita karantinanya, o ya caranya bagaimana kok bisa sampai dikarantina gitu..maksudku…biar ngikuti jejakmu,,,biar pinter english gitu

  5. Irene Santi May 12, 2008 1:25 pm
     United States

    @Fani:

    Oh, sebenarnya ini program S2 dari kantor. Jadi, sebelum berangkat ke luar negeri, diwajibkan karantina selama 5 bulan. Kalo pengen pintar bahasa inggris, nggak perlu harus dikarantina segala kok… hehehe..

  6. bobby May 16, 2008 6:44 pm
     United States

    ini komentnya dibatasin karakternya ya,ren? wah, aku sebagai pengarang jadi kurang leluasa nih menulis..Btw, boru itu tidak sama dengan pariban ya? terus ningratnya orang batak itu pake raden raden gak? kan dulu ada kerajaannya sisinga mangaraja kan? kalau boru masuknya nickname,atau first name, atau last name, atau middle name? Hasiholan itu maksudnya disayang orang ya? kebanyakan nanya ya aku…tapi setahuku kalau marga itu ada tingkatan tingkatannya..ya ide untuk bikin marga itu dari siapa ren? dengar dengar itu termasuk politik divide et ampera nya belanda kan? correct me if i’am wrong (CMIIW)

  7. Irene Santi May 17, 2008 7:53 am
     United States

    @bobby:
    Nggak dibatasi kok mas karakternya, tulis saja sebanyak mungkin. Coba kujawab sebisaku ya:
    1. boru tidak sama dengan pariban, boru itu marga (tapi untuk perempuan), sedangkan pariban (dalam bahasa karo=impal) itu orang yang memungkinkan untuk kita nikahi, karena suatu hubungan (yang kalo dijelaskan bisa panjang)
    2. Ningrat? hm.. :-? aku ga pernah dengar hubungan itu
    3. boru itu pastilah menjadi surname ato family name (si empunya pasti perempuan)
    4. Hasiholan (bahasa toba) artinya yang disayang (tebakannya benar)
    5. Marga/boru nggak punya tingkatan seperti kasta, sama saja.
    6. ide marga coba kucari dulu gimana ceritanya… (masih belum tahu banyak)

Leave a comment

Please be polite and on topic. Your e-mail will never be published.

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »