Yokohama Class, 270508

Actually, I have a very nice class in this course. We call it “PHRD Yokohama Class 2008″. Do you want to see some of us? I will introduce them one by one.

This photo was taken when the electricity was off in our dormitory. Our lecturer, Mirah, asked us to find another place outside the classroom. And there, on the grass, we were sitting and doing our practice tests.

Yokohama Class

The back row, from the left to the right:
1. Aditya, he is a “dry joker” (that is how we call a person who always try to make jokes that are not funny)
2. Hani (In English: Honey), our grammar man. You can ask him anything about English grammar.
3. Azam, in the first sight, I thought he is a serious man. But actually, he is as crazy as we are.
4. Reko, our native speaker. He speaks English fluently. When I hear his speak, I would feel nervous. Azam said he is venomous, :)
5. Haris, a calm man, but he is good in English too. Once, we had a PBT TOEFL together, and he had the highest score among us.
6. Ando. This is one of Bon Jovi’s big fans. He memorizes all the songs of them.

The front row, from the left to the right:
1. Ari, he is the best student in our class. Ari, what do you eat to make you smart?
2. Zihan, anime girl, loves “manga”. She speaks English fluently too.
3. Mona, another “dry joker” and verbose. But without her, the class is quite. About her ability, she is one of the best.
4. Me, no need to explain further
5. Oti, we are friends since nine years ago. Ow, she is one of the best. Oti is zealous.
6. Icha, a Melayu girl from Medan. Even I cannot see the “Medan part” in her. Sometimes, I can see that part when she talks.

Komitmen

Maafkan aku Tuhan…

Aku melakukan ini tanpa meminta atau bertanya.
Aku melewatkan semua perkara

Pagi itu Kau dan aku berdiskusi
Hal terbaik apa yang hendak kuisi
langkah besar atau sekedar prestasi

Ampuni aku
Tidak mengingat lagi pagi itu
dimana aku telah berjanji dan mengaku
Bahwa hanya di dalam diriMu
kutemukan labuhan banyak ragu
dan mendapat kedamaian dalam kalbu

Aku tahu aku tak layak
mendapatkan bagian yang banyak
terlebih bukan untukku kelak

Sebuah cita-cita
yang harusnya kutunda
pengorbanan yang telah kujanjikan
untuk sebuah kata
dan komitmen yang hampir tertunda
yang kusebut Pelayanan

NB. kan kuselesaikan panggilanku sampai titik terakhir.

Kinestetis?

Pernah dengar pembagian kepribadian menjadi tiga golongan besar?

Pengen tahu anda berada di kelompok mana? Dan bagaimana cara belajar efektif?

Jawablah pertanyaan di bawah ini (sekalian belajar bahasa Inggris)

V

  1. Are you neat and orderly? (often / sometimes / seldom)
  2. Do you speak quickly? (often / sometimes / seldom)
  3. Are you a good long-range planner and organizer? (often / sometimes / seldom)
  4. Are you a good speller and can you actually see the words in your mind? (often / sometimes / seldom)
  5. Do you remember what was seen rather than heard? (often / sometimes / seldom)
  6. Do you memorize by visual association? (often / sometimes / seldom)
  7. Do you have trouble remembering verbal instruction unless they are written down and do you often ask people to repeat themselves? (often / sometimes / seldom)
  8. Would you rather read than be read to? (often / sometimes / seldom)
  9. Do you doodle during phone conversation staff meetings? (often / sometimes / seldom)
  10. Would you rather do a demonstration than make a speech? (often / sometimes / seldom)
  11. Do you like art more than music? (often / sometimes / seldom)
  12. Do you know what to say but can’t think of the right words? (often / sometimes / seldom)

A

  1. Do you talk to yourself while working? (often / sometimes / seldom)
  2. Are you easily distracted by noise? (often / sometimes / seldom)
  3. Do you move you lips/pronounce the words as you read? (often / sometimes / seldom)
  4. Do you enjoy reading aloud and listening? (often / sometimes / seldom)
  5. Can you repeat back and mimic tone, pitch and timbre? (often / sometimes / seldom)
  6. Do you find writing difficult but are better at telling? (often / sometimes / seldom)
  7. Do you speak in rhythmic patterns? (often / sometimes / seldom)
  8. Do you think you are an eloquent speaker? (often / sometimes / seldom)
  9. Do you like music more than art? (often / sometimes / seldom)
  10. Do you learn by listening and remember what was discussed rather than seen? (often / sometimes / seldom)
  11. Are you talkative, love discussion and go into lengthy descriptions? (often / sometimes / seldom)
  12. Can you spell better out loud than in writing? (often / sometimes / seldom)

K

  1. Do you speak slowly? (often / sometimes / seldom)
  2. Do you touch people to get their attention? (often / sometimes / seldom)
  3. Do you stand close when talking to someone? (often / sometimes / seldom)
  4. Are you physically oriented and move a lot? (often / sometimes / seldom)
  5. Do you learn by manipulating and doing? (often / sometimes / seldom)
  6. Do you memorize by walking and seeing? (often / sometimes / seldom)
  7. Do you use a finger as a pointer when reading? (often / sometimes / seldom)
  8. Do you gesture a lot? (often / sometimes / seldom)
  9. Do you have difficulty sitting still for long periods? (often / sometimes / seldom)
  10. Do you make decisions based on your feelings? (often / sometimes / seldom)
  11. Do you tap your pen, fingers or foot while listening? (often / sometimes / seldom)
  12. Do you spend time playing sports and physical activities? (often / sometimes / seldom)

Langkah berikut:

  1. Jumlahkan setiap jawaban often, sometimes dan seldom di setiap bagian, jadi akan ada tiga angka untuk setiap bagian (V, A, dan K)
  2. Dan lakukan langkah berikut ini untuk setiap bagian (V, A, dan K)
  3. a. Nilai often dikali dua (O x 2)
    b. Nilai sometimes dikali satu (So x 1)
    c. Nilai seldom dikali satu (Se x 0)
    d. Jumlahkan ketiga nilai a + b + c di atas

  4. Setelah mendapat satu nilai untuk setiap bagian V, A dan K, bandingkan ketiga nilainya. Nilai paling tinggi menggambarkan sifat dominan diri kita.

Analisis:

  1. Visual: belajarlah dengan mewarnai dan membuat diagram, biasanya menyukai warna cerah dan suka menggambar (salah seorang teman visualku sangat menyukai manga). Stabilo dan spidol warna bisa menjadi senjata ampuh.
  2. Audio: belajarlah dengan meminta seorang teman atau guru untuk menerangkan sesuatu pada anda. Karena dengan mendengarkan, anda lebih bisa menyerap sesuatu. Atau coba membaca sesuatu dengan keras.
  3. Kinestetis (ini gue banget, dengan nilai 19): kalau ingin mempelajari sesuatu, cobalah dengan berjalan, bergerak, menghafal sambil bergerak. Orang kinestetis sulit untuk disuruh diam di suatu tempat dan berkonsentrasi.

:)) gue banget tuh.

NB. Cobalah test ini, dan temukan cara belajar efektif anda.

Cemas Menjelang iBT TOEFL

Delapan orang siswa akan dikirimkan ke “medan perang” TOEFL iBT besok. Kami menyebutnya The “10-Mayers”, para pejuang alias korban pertama menuju medan perang. Dasar pemilihannya sederhana, bukan skor, bukan kemampuan tapi kartu kredit. Siapa yang punya kartu kredit duluan, didaftar duluan. Malangnya, aku memberikan kartu kredit di tempat pertama.

Okey, kita mulai ceritanya dari awal saja.
Sekitar minggu ketiga program karantina ini, kami dimintai mengumpulkan kartu kredit (bagi yang punya) dan bagi yang belum punya akan dibuatkan oleh Bank Mandiri. Bank Mandiri pun berhasil membuat kartu kredit secepat mungkin. Tapi tetap saja, aku mendapatkan bagian pertama di pendaftaran.

10 Mei tinggal beberapa jam lagi. Rasanya aku ingin muntah membayangkannya saking stressnya. Kata teman-teman yang tergabung dalam the 10-Mayers, aku lah paling santai, hem… padahal “nggak tahu dia”. Aku sering menangis diam-diam, hehehehe…

Sekarang tekanan semakin berat, semakin dipikir semakin nggak bisa mikir, suer… Kenapa sih program ini membuatku jadi nervous banget? Nggak biasa-biasanya aku setegang ini. Habis mereka membuatnya seolah-olah seperti ujian hidup dan mati, surga neraka karena biaya pendaftarannya yang relatif mahal (ehm, mahal ding = Rp 1.400.000 an).

Ingin rasanya bertaruh, tapi dalam hati saja (tar kejegal UU perjudian lagi), kalau di antara delapan orang ini, yang paling nggak stresslah nilainya paling tinggi. Nah, masalahnya sekarang aku adalah orang yang “kelihatan” paling nggak stress. Tolong digarisbawahi kelihatannya, karena sebenarnya aku-LAH yang paling stress, ya tapi paling pintar menyembunyikan.

Permasalahan “Beru”

Masalah baru dengan nama lengkapku,
Aku memang memiliki embel-embel “BERU” alias “BORU” di namaku. Sebenarnya itu nama yang lazim dipakai orang karo dahulu kala, sekarang sih nggak.

Dulu waktu SMA, panggilanku Bukit (marga bapak) karena mereka bilang unik dsb. Nggak masalah, aku tetap bisa menikmati dipanggil Kit, Kit, Kit.

UMPTN (ujian masuk perguruan tinggi negeri) pun menambah panjang permasalahan nama. Kotak untuk nama harus kuisi semua (maklum nama lengkapnya panjang). Itu pun, masih tak apalah. Semuanya toh sudah berlalu.

Masuk PNS, mendadak namaku bertambah satu karakter dengan menambah titik di sana. Semula BR menjadi BR. (a.k.a. BR titik). Makin aneh saja namaku.

Hm…
Inilah bagian puncaknya. Kemaren pas ngelamar ke Jepang (Waseda University), namaku jadi permasalahan baru. Mereka benar-benar tidak mau menerima sesuatu yang aneh. Okelah kalo orang Indonesia nggak punya surname masih keterima akal, tapi kalo punya nama Br (dengan titik), apaan tuh? Ntahlah, apa nanti lamaran itu terpengaruh oleh nama aneh itu atau nggak, kita lihat saja nanti. Tapi untunglah aku tidak disuruh menambah satu essay lagi tentang namaku yang aneh itu.

Sekarang terbersit di hati, ntar kalau aku punya anak akan kuberikan dia nama dalam tiga kata: Fergie Hasiholan Malau, Paris Hilton Malau (namanya harus berakhir Malau, jadi tinggal menyiapkan dua nama dan tanpa Br. tentunya) dan seterusnya, supaya tidak ada kesulitan di kemudian hari.

Halaman 1 dari 212»