Kembali ke Peradaban
Ini adalah kali pertama aku menyentuh internet setelah 2 minggu di kurung di asrama. Sebentar menyentuh peradaban, rasanya gimana gitu. Email unread menumpuk sampe ribuan, friend-request di fs pun banyak menumpuk (seolah-olah, aku tenar banget yah).
Halow semua… Apakah kalian merindukan aku? Tentu tidak, kan postingannya terus ada, meskipun sebenarnya bukan aku yang uplod, aku cuma ngetik doang terus minta bantuan abang buat di-uplod.
Hari ini adalah satu-satunya hari tanpa kuliah Bahasa Inggris yang semakin hari kok rasanya semakin membosankan. Apalagi ditambah embel-embel target yang hampir mustahil, rasanya semakin menyesakkan.
Tapi tunggu dulu, ini adalah kesempatan dalam hidup. Kenapa harus diributkan? Cita-cita telah jadi nyata, eh… malah mengeluh. Puhhh! Jauh-jauh deh tu keluhan. Tapi sungguh hari ini menyenangkan, bayangkan aja, peradaban gitu loh, internet, teve dan udara bebas.
(Macam betuuulll)
Sepertinya, program kami dikelola oleh badan yang tidak bekerja sama dengan psikolog,
Buktinya, kami banyak yang sakit tanpa alasan jelas. Mungkin tekanan batin karena jadwal program yang ketat. Eh, keluhan lagi. Puh-puh-puh.
Anyway teman-teman, tar keluar dari karantina ini aku berharap bisa cas-cis-cus Inggris dong. Masa udah karantina tetap nggak bisa. Okelah dulu nggak pernah menyentuh les Inggris yang bagus, tapi sekarang saatnya berjuang.
Doakan aku ya.
Menjawab pertanyaan seorang teman: “Enakan mana? Mahasiswa atau pegawai?”
Baiklah jawabannya begini: “Mahasiswa enak, kerja juga (menjauhkan keluhan), yang sedikit tidak enak adalah menjadi pegawai yang berpura-pura mahasiswa seperti ini. Tetap ditelepon dari kantor untuk menuntaskan beberapa hal. Ditambah, aku nggak bisa nonton film di bioskop.”
kelamaan pula dek diklatnya, sampe 5 bulan… fiuh
kembali ke peradaban maksudnya back to internet?
tenang aja kak, menkominfo dodol itu kan ngeblock akses youtube hanya karena memuat filem FITNA, berhubung filemnya udah beredar nggak hanya di youtube dkk, sebentar lagi semua internet bakalan di blok, percaya deh…
jadi kalo semua orang internetnya di blok, kan semua orang jadi sama kayak kakak, nggak kenal peradaban. so tunggu aja kak..
hehe
@irene
semangat kak, ntar aku nyusul…
hehehe…amiiiiin…
@rere
dendam kali kau kulihat re sama pak “bahtera” itu…
Iren,iren…
Bentar lagi ada Piala Europe lho..
Kamu kan senang nonton bola..
Laptopnya udah dikasih TV Tuner belum..?
Kamu cepat sekali september 2008 udah berangkat ke jepang?
Saat itu sepertinya musim dingin..katanya kamu alergi sama cuaca dingin..
Kalau begitu kamu tidak boleh jauh jauh dari pemanas yang ada cerobong asapnya…
Kalo jepang yang terkenal itu Kereta Api Shinkasen..
Moga moga bisa kesampaian naik kereta jepang..walau KRL Jabotabek yang kumuh kumuh itu juga bikinan jepang..
Gak bisa jalan jalan ke Bintaro Plaza ya?
Terus kalo malam hiburannya apa? Belajar atau baca buku atau nulis novel?
Novel Judulnya “FIVE MONTHS IN THE HELL OR HEAVEN?
@brando: aduhhh… kangen kali aku sama kau Bran… eh, sama kantor sih tepatnya
@bobby:Laptopku nggak kupasang TV Tunner mas, malas.
Kalo soal keberangkatan, mungkin bulan 4 tahun depan, mungkin bulan 9 tahun ini, kita lihat aja ntar.
Kalo jalan ke Bintaro Plaza sih bisa, tapi tar jam malam harus cepat-cepat pulang karena harus absen malam.
Hiburannya: mmm… nonton vcd lah, nulis nggak minat.
Makanan: gizi terpenuhilah.
Tambahan: sepertinya aku mengalami culture shock setelah keluar asrama,