Basic English

Have you ever known that English is actually very difficult?
I have difficulties in English, especially in speaking English.

In the dormitory, it is best if we speak English everyday, so when we face the IBT (internet based test) TOEFL, we can speak fluently without much trouble. Silly me, I don’t care that suggestion but speaking Indonesian in cafeteria (that is how they call our dining room), bedroom even in the class everyday. Now I know that this actually has no good.

I’ll take my first IBT TOEFL test in 10 May 2008. The thing is, I have not prepared my self well. If I am asked to speak spontaneously, all grammar in my head is suddenly vanished. We used to call this symptoms of depression.

There are four capabilities that would be tested: reading, listening, speaking and writing. The test is very different with the PBT (paper based test) TOEFL. In PBT, you can achieve a high score even though you don’t have much capability in speaking English. Unlucky me, I am good in PBT, but not so sure with my speaking.

Do you have any advice to reach a high score in IBT TOEFL? Especially, within these ten days.

Internet Masuk Asrama

Rasanya pengen teriak oi, akhirnya ada internet di asrama yang nan kelam ini. Jadi bisa menyapa teman-teman lagi deh. Paling tidak, selama 4 bulan ke depan aku bisa cas-cis-cus lagi nih.

Mungkin beberapa saat ke depan, aku akan mencoba menulis dalam Bahasa Inggris, melatih kemampuan tak seberapa ini. Teman-teman kasih masukan dong (sedikit memaksa). Ga apa-apa kan, janji tulisannya pasti mudah dicerna karena masih miskin pengetahuan. Bukan bermaksud sombong, tapi beneran ingin berlatih saja.

Aku punya banyak cerita nih…
Simak terus ya blognya… sambil berlatih Bahasa Inggris.

Now, let’s talk in English.
See you

Kembali ke Peradaban

Ini adalah kali pertama aku menyentuh internet setelah 2 minggu di kurung di asrama. Sebentar menyentuh peradaban, rasanya gimana gitu. Email unread menumpuk sampe ribuan, friend-request di fs pun banyak menumpuk (seolah-olah, aku tenar banget yah).

Halow semua… Apakah kalian merindukan aku? Tentu tidak, kan postingannya terus ada, meskipun sebenarnya bukan aku yang uplod, aku cuma ngetik doang terus minta bantuan abang buat di-uplod.

Hari ini adalah satu-satunya hari tanpa kuliah Bahasa Inggris yang semakin hari kok rasanya semakin membosankan. Apalagi ditambah embel-embel target yang hampir mustahil, rasanya semakin menyesakkan.

Tapi tunggu dulu, ini adalah kesempatan dalam hidup. Kenapa harus diributkan? Cita-cita telah jadi nyata, eh… malah mengeluh. Puhhh! Jauh-jauh deh tu keluhan. Tapi sungguh hari ini menyenangkan, bayangkan aja, peradaban gitu loh, internet, teve dan udara bebas. :)) (Macam betuuulll) Read the rest of this entry »

High Pressure, Frustated

Day 4 (28 Maret 2008)

18.25
Ketidakmampuan ditambah dengan kebosanan membuatku semakin tertekan. Ini adalah kombinasi yang sempurna. Mungkin lebih sempurna jika ditambah suasana horror gedung tempat kami tinggal.

Panitia pelatihan ini dimodali dengan modal yang tinggi. Rasanya tidak etis untuk menolak kesempatan emas ini. Ke Jepang meneruskan program S2 adalah mimpiku sejak lama. Membayangkan Tokyo yang adalah dunia “lain” bagiku, universitas yang kutuju, dan beberapa teman bermata sipit adalah gambaran yang sudah lama memenuhi kepalaku. Awalnya seperti mimpi kosong, tapi lama-kelamaan mimpi itu menunjukkan dirinya.

Wajarkah kalau sekarang aku mengeluh? Tidak dan tidak akan pernah wajar. Tapi bolehkanlah aku menuliskannya, karena rasanya sudah di berkumpul di ubun-ubun.

Inilah kegiatanku sehari-hari:
06.00 Absen pagi di sekretariat (di mana sih absen sepagi ini?), mandi, berkemas, dst.
07.00 Sarapan
08.00 Course I: Reading
10.00 Coffee Break
10.15 Course II: Listening
12.15 Makan siang
13.15 Course III: Writing
15.15 Coffee Break
15.30 Course IV: Speaking
17.30 Courses Finished
19.00 Makan Malam
21.00 Absen malam (absen lagi)

Dan begitulah juga keesokan harinya. English is our blood. Apapun itu artinya. Read the rest of this entry »