Dilema Perempuan

lambang perempuanKetika seorang perempuan single menginjak usia 25 tahunan, orang-orang disekitarnya akan bertanya begini
“Kapan kawin? Udahlah, ga perlu lama-lama, ntar keburu tua”

Pertanyaan itu semakin mengiang ketika usia bertambah 26, 27, 28,, 29 apalagi 30 dst., dunia sekitar semakin memanas. Ditambah intimidasi jam biologis seorang wanita hamil. Apa mereka nggak tahu kalau Halle Berry melahirkan normal di usia 39?

Atau, ketika kamu menemukan seorang yang tepat (dari sudut pandangmu) dan memperkenalkan dengan keluarga besar, maka muncul pertanyaan baru “kok si”anu” sih? nggak ada yang lain apa?”

Tapi pertanyaan itu tidak juga akan berakhir setelah menikah. Contoh pertanyaannya benar-benar klasik “udah isi belum?”. Pertanyaan ini terdengar asing di telinga orang Sumatera, karena artinya tidak denotatif. Maksud dari pertanyaan ini adalah “udah hamil belum?”

Dari pengalamanku, setelah menikah 3 bulan aku sudah mendengar pertanyaan serupa berpuluh kali. Padalah seperti kita tahu bersama, aku harus menunda kehamilan untuk menempuh pendidikan S2 yang mewajibkan untuk tidak hamil terlebih dulu. Awalnya aku menerangkan panjang lebar sebab musabab penundaan kehamilan dan masalah “kenapa belum isi” kepada setiap orang yang bertanya.

Pada pertanyaan keberapa puluh, akhirnya aku menyerah dan menjawab singkat “belum”.
Ternyata rentetan pertanyaan berikutnya lebih panjang lagi?
“kenapa belum isi?”
“kecapean ya?”
“udah periksa dokter belum?”

ditutup dengan…
“Cepetan dong, tar usianya keburu tua” (loh kok terdengar seperti bunyi sebelum menikah ya?)

Tapi teman-teman, apapun itu bunyinya, jangan mau ambil pusing. Sebagai orang dewasa, kita adalah perempuan mandiri dalam mengambil keputusan. Di sekitar kita ada banyak orang yang peduli, sekedar peduli, seolah peduli atau bahkan supaya terkesan peduli. Kadang mereka berucap, tidak beberapa menit langsung lupa.

So, tetap semangat dalam menjalani hidup!

Related posts

3 Comments so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. March 25, 2008 9:20 pm

    kalo waktu itu aku nanya..
    “sakit ga kak?” itu membuat kaka dilematis nggak?

    apakah pertanyaan ku sekedar wujud supaya terlihat peduli pada pernikahan kaka karena aku ga datang?

    hhehehe

    piss*:d/

  2. maria ozawa

    March 26, 2008 1:54 pm

    KASIHAN
    KASIHAN
    SABAR
    SABAR
    SABAR
    TABAHKAN SAJA HATIMU nak….
    KASIHAN
    b-)

  3. April 6, 2008 2:48 pm

    @rerere: apa pun itu, kau tetap tidak bisa menghapus kenangan bahwa kau tidak datang di pesta pernikahanku, [-(

    @maria ozawa: hiks, iya nih.. aku akan tabah

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »