27 Dresses


Sutradara: Anne Fletcher
Ditulis oleh: Aline Brosh McKenna
Pemain: Katherine Heigl, James Marsden, Edward Burns, Malin Akerman
Durasi: 107 min
DEWASA
Film drama komedi romantis yang menyentuh. Ide ceritanya biasa tapi cara penyampaiannya membuat film ini menarik.
Pernah menjadi pengiring pengantin? Aku pernah, tapi tidak lebih dari sekali. Jane yang diperankan Katherine Heigl dalam film ini telah menjadi pengiring pengantin 27 kali dan belum pernah menjadi pengantinnya sendiri. 27 gaun dikoleksinya di dalam sebuah lemari yang sudah overload.
Seorang penulis-Kevin Doyle tertarik melihat kebiasaan Jane yang unik, terlebih malam ketika mereka bertemu, Jane menghadiri dua pernikahan sekaligus. Ketertarikan ini memunculkan ide untuk menulis tentang Jane di surat kabar tempatnya bekerja. Liputan pun dimulai dengan memfoto 27 gaun pengiring pengantin itu.
Ketika Tess-adik Jane datang, semua berantakan. Lelaki yang sudah lama disukai Jane yaitu bos di kantornya, George jatuh cinta pada Tess dan memutuskan segera menikah. Kehidupan Jane kacau. Dia berusaha menyembunyikan perasaan suka sementara mengurusi persiapan pernikahan George dan Tess. Kekacauan bertambah dengan dilibatkannya Kevin si penulis untuk meliput pernikahan mereka. Sifat Kevin yang sok tahu selalu mengganggu Jean.
Tess sangat terobsesi untuk menjadi sempurna di mata George. Karena obsesi itu, dia berbohong banyak tentang dirinya. Jane geram dengan kebohongan adiknya dan berhasil membatalkan pernikahan itu dengan menyingkap kebohongan Tess. Perang dingin tidak bisa dihindarkan antar Tess dan Jane.
Di akhir cerita, Jane menyadari bahwa bukan George lelaki yang mengisi hatinya, tapi Kevin Doyle yang tak lain adalah penulis rubrik kesukaannya.
Yang kusuka: Film ini sangat romantis, love it so much. Akting Katherine Heigl bagus. Ditambah lagi dengan kehadiran James Marsden dengan akting nggak kalah bagus. Kejutan-kejutan kecil menjadi bagian lucu di film ini.
Yang tidak kusuka: Mmm… mungkin alur ceritanya ya, mudah ditebak. Tapi tetap seru untuk ditonton kok.
PS. Ntah kenapa di saat menonton film ini, muka temanku Withri teringat terus ya?



Add to del.icio.us