Seputar Indonesia, 7 Maret 2008
Sebagai seorang lulusan/alumni, ingin rasanya membahas kolom “Kilas” di koran Seputar Indonesia hari ini
Halaman 14
MENKEU JADIKAN STAN SEBAGAI BLU
Jakarta (SINDO)-Departemen Keuangan (Depkeu) akan menjadikan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) menjadi badan layanan umum (BLU) yang memiliki di lingkungan Depkeu. “Kita sedang memproses STAN menjadi BLU yang memiliki kewenangan dan keleluasaan untuk mengumpulkan dana sendiri” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati ketika melantik Ani Ratnawati sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Depkeu di Jakarta kemarin.
Menkeu minta agar perubahan STAN menjadi BLU tidak semata-mata didasari keinginan memperoleh kewenangan dan keleluasaan mengumpulkan dana sendiri. “Saya mencurigai banyak pihak ingin perubahan jadi BLU itu, lebih karena tidak ingin direpotkan masalah keuangan negara dalam proses budgeting, bukan karena secara murni ingin membentuk BLU untuk memberikan pelayanan,” katanya.
Menurut Menkeu, walaupun ke depan ada peluang lulusan STAN tidak bekerja di Depkeu, sebagian besar lulusan akan tetap bekerja di lingkungan Depkeu.” Jadi kalau mau lihat kualitas STAN, lihat kualitas Depkeu. Kalau institusi ini (Depkeu) masih dimaki-maki dan dinilai jelek, ya itulah kualitas STAN,” katanya.
Selesai membaca paragraf terakhir, aku terhenyak. Sebelumnya aku meminta maaf tentang bahasan ini. Ini hanyalah buah pemikiranku sebagai bentuk kekurangsetujuan dengan pernyataan di paragraf terakhir.
Menurutku, Ibu Menkeu ngomong begitu sama saja dengan memojokkan diri sendiri sebagai PEMIMPIN Depkeu yang “belum membaik” (menurut kalangan masyarakat).
Menjadi pertanyaan, kualitas apa yang dimaksud oleh Ibu Menkeu, kualitas moral atau kualitas pendidikan? Dan berapa persen kontribusi STAN di Depkeu yang bisa menjadikan Depkeu sebagai cerminan STAN?
Kalau kualitas STAN bagus, apakah kualitas Depkeu juga akan bagus? Dalam artian kualitas pendidikan dan moral (yang sebenarnya merupakan bentukan masing-masing orang, bukan STAN), jawabannya tidak. Karena masih banyak faktor di luar STAN dan masalah kebijakan, sistem, lulusan lain dan banyak hal lagi.
Pemikiran terbalik, kalau kualitas Depkeu dinilai jelek apakah berarti STAN pasti juga jelek? Hm, sepertinya ini bukan korelasi garis lurus seperti dalam persamaan X=k.Y dengan satu variabel STAN.
Jika benar STAN lah cerminan Depkeu, maka berbanggalah STAN yang tidak seberapa itu. Tapi apalah yang bisa dilakukan oleh seorang lulusan STAN ketika masuk ke dunia pekerjaan meskipun dia seorang yang kompeten dan bermoral dibandingkan dengan yang bisa Ibu lakukan?

