Betapa Menakutkan Wajahku
Jam komputer sudah menunjukkan pukul 15.05 WIB, rasanya waktu sangat cepat berlalu. Ternyata sedari tadi aku sudah menghabiskan waktu di depan monitor, seliwar-seliwer mencari data dan kembali lagi ke depan monitor dengan tidak lupa mencantelkan headphone untuk mendengar lagu-lagu kesukaan. Jari tangan pegal di setiap ruasnya karena sudah kerja keras memencet tombol-tombol keyboard berjam-jam.
Sesekali kubuka site kepegawaian, manatau ada pengumuman diklat bahasa untuk persiapan program S2-ku. Tapi mataku berhenti di satu pengumuman lain. Hmmm… wawancara program S2 lagi. Ah, program yang kuikuti sungguh lamban pergerakannya. Pengumuman ini malah membuatku semakin lesu.
Karena rasanya semakin tak nyaman, aku inisiatif ke toilet dan memandang wajahku di cermin. Alamaaaak, apa-apaan ini? wajah inikah yang terlihat dari tadi? Pas Pak Direktur lewat pun wajahku sebegini mengerikan? Pantas saja senyumnya masem memandangku. Lihatlah, mataku bengkak sebelah yang karena satu dan lain hal belum sembuh juga, rambutku berdiri tanpa pola (ada sih polanya: pola acak realis), wajah pucat dengan jerawat-jerawat kecil mulai tumbuh di dahi. Sudah berapa tahunkah aku tidak bercermin?
Bengkak di mata masih saja kemerahan, padahal sudah tiga hari. Gimana mau sembuh kalau ternyata tidak diobati? Jerawat-jerawat itu mungkin akibat AC dan radiasi monitor komputer. Halllah, itu hanya alasan pembenaran. Akhir-akhir ini aku memang tidak menyempatkan waktu buat diri sendiri. Berangkat pagi pulang malam, rutinitas yang menyebabkan tumpukan lemak di kulit wajah semakin menunjukkan jati diri.
Tapi ah, besok kan libur. Ada kesempatan emas untuk merawat diri. Senang memikirkan libur besok.
Selamat berlibur teman-teman. Selamat Hari Raya Nyepi bagi kalian yang merayakannya.

