Ayat-Ayat Cinta (AAC)

ayat-ayat cinta1

Sutradara: Hanung Bramantyo
Pemain: FEDI NURIL, RIANTI CARTWRIGHT, CARISSA PUTRI, ZASKIA ADYA MECCA, MELANIE PUTRIA, HJ. MIEKE WIJAYA

Film ini diangkat dari Novel Ayat-Ayat Cinta. Seperti biasa, film yang diangkat dari novel sulit menandingi novel itu sendiri. Novel selalu lebih asyik untuk dibaca karena alurnya yang lebih mengalir dan detail-detailnya.

Pemberitaan yang sudah berlebihan sebelumnya membuat aku over-estimate dan sedikit kecewa menontonnya. Fahri, seorang laki-laki yang saleh, banyak dikagumi oleh perempuan di sekitarnya. Pertama, Nurul seorang teman kuliah yang sama-sama dari Indonesia. Nurul (Melanie Putria) adalah gadis yang suka menolong Fahri dalam perkuliahaannya.

Kedua, Maria Girgis (Carissa Putri), tetangga Fahri. Seorang Kristen yang tertarik dengan Alquran. Dia sangat mengagumi Fahri dan selalu menulisnya di diari.

Ketiga, Noura (Zaskia Adya Mecca) yang pernah ditolong oleh Fahri dan Maria. Seorang gadis yang memilki ayah tiri yang kejam. Dia pun menaruh harapan yang besar pada Fahri melalui sebuah surat.

Keempat, Aisha (Rianti Cartwright) yang ditemui Fahri di atas kereta. Wanita cantik bermata indah yang berpikir moderat.

Fahri yang sukses di perkuliahaan ternyata kurang sukses dalam percintaan. Dia memilih tidak pacaran sebelum menikah. Perjodohan pertama, Fahri ternyata bertemu Aisha dan mereka menikah. Cerita tidak selesai di sini. Karena akibat pernikahan mendadak ini, beberapa wanita yang telah menaruh hati pada Fahri kecewa. Nurul stress dan kehilangan pegangan sedangkan Maria tidak mau makan dan jatuh sakit.

Seiring dengan kehilangan teman-teman wanita, Fahri harus berurusan dengan penjara karena dituduh menghamili Noura. Tuduhan itu tak terbantahkan karena saksi satu-satunya, Maria Girgis, kecelakaan dan masuk rumah sakit karena tidak mau makan. Aisha yang sudah berstatus istri Fahri dan sedang hamil malah menyuruh suaminya untuk menikahi Maria, karena ia yakin, dengan cara itu, Maria pasti sadar dan bisa bersaksi.

Pernikahan pun dilangsungkan di rumah sakit dimana Maria dirawat. Setelah itu, dengan ajaibnya, Maria sadar dan bisa memberikan kesaksian di depan hakim. Fahri menang. Ternyata kesaksian palsu itu diberikan oleh Noura karena kecewa surat cintanya tidak dibalas. Ia hamil karena diperkosa oleh ayah tirinya yang kejam.

Poligami yang dijalankan melahirkan masalah baru. Kecemburuan adalah masalah utama. Bagaimana tidak, mereka bertiga tinggal seatap. Masalah “tidur dimana malam ini” bisa menjadi suatu pokok yang pelik. Namanya juga ingin adil.

Untunglah akhirnya kedua isterinya lapang dada menerima keadaan. Sampai akhirnya Maria meninggal dunia dan meninggalkan mereka berdua dalam penantian anak pertama mereka.

Yang kusuka: Originalitas film yang tidak mencontoh dari film-film luar yang pernah sukses. Salut untuk Rianti yang aktingnya begitu memikat.

Yang tidak kusuka: Film ini berlatar Mesir, tapi bahasa yang dipakai bahasa Indonesia diselingi sepatah dua patah kata-kata Mesir. Masa sih sulit membuat film dengan dominasi bahasa Mesir. Saat nonton kadang aku bingung, ini orang Indonesia bukan ya? kok bisa fasih bahasa Indonesia? Trus, kenapa ada pengadilan di Mesir dengan pengantar bahasa Indonesia? Polisi-polisinya pun fasih sekali berbahasa Indonesia. Hmmm… cacat nih film.
Sebagai seorang perempuan, aku agak keberatan dengan perjodohan Fahri-Aisha. Awalnya Fahri sangat ragu, mau menikah atau tidak dengan Aisha, bahkan setelah bertatap muka. Tapi setelah melihat wajah cantik Aisha tersingkap dari cadar, dia langsung “tau itu jodohnya”. Apa maksudnya, wajah cantik adalah kunci perjodohan itu?
Peranan Fahri terlalu datar dan sangat tidak menunjukkan sang idola yang patut disukai banyak wanita. Mungkin akting Fahri yang kurang bagus, membuat pesan film ini tidak tercapai.

Related posts

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

16 Comments so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. mieza

    July 30, 2008 12:42 pm

    sy suke sgt cite nie coz ianye mpunyai mesej yg tersndiri.tidak seperti cite cinta remaja yg ade ketika nie.
    mmg bes lah cite neh!!!
    sy minat gler kt fahri@fedi nuril……..
    dia hensem sgt.he3. :)

  2. lina

    June 2, 2008 4:50 pm

    salam….
    saya dr malaysia
    selama ni tak berminat langsung dgn filem dari indonesia
    kecuali cerita kiamat sudah dekat
    secara tak sengaja saya terlihat video clip rossa…
    macam best jerr citer dlm video clip tu
    nasib baik ade teman satu opis yg pernah tgk cerita ni..terus pinjam dari dia…
    komen pertama ttg filem ni..mmmm :-?
    kenapa watak lelaki tu tak ditunjukkan mnghargai istrinye..? sdgkan sang istri byk berkorban
    kenapa dlm citer tu..mesti menjatuhkan maruah sang istri..? 1.babak ketika mkn di restaurant bersama maria dan ibunye.. 2.babak di mana suami memikirkan keadaan diri yg tidak mampu hidup mewah..dan byk lagi. sume babak ini seolah2 ingin menunjukkan ade yg tidak baik/sempurnanye seorg isteri supaya tiada alasan untuk tidak ade sbb utk si suami berkahwin dua.walaupun tidak ditunjuk kan secara direct..
    bila saya baca novel…filem ini lebih jauh menyimpang.
    agak mengecewakan..dalam novel watak di jalani secara lebih adil walaupun berpoligami
    tidak seperti di filem..kelihatan watak suami lebih menyukai isteri ke2(maria):(
    sori to say..filem ini tidak se gah lagunye…
    saya masih jauh meminati filem kiamat sudah dekat
    ape pun..novelnye..the best.saya salut :x
    p/s..pelakon lelaki tu..(fedi nuril) mmg handsome. watak fahri mmg sesuai utknye..klu kita tak pernah tau ttg filem2 lakonan sebelumnye :)

  3. mick

    March 30, 2008 1:35 am

    Tidak ada bedanya dengan sinetron2 serial yang ditayangkan di tv. Klise dan tidak menawarkan apa-apa selain cerita yang berasa dipanjang-panjangkan untuk membuat penonton betah.

  4. Novalina Br Purba

    March 29, 2008 6:14 pm

    :d … Yessss… Bener bgt… Novelnya emg jauh keren dibandng filmnya. Krakter Fahri yang sgt kuat di novelnya, ternyata jauh sangat mengenaskan di filmnya.. Fahri di flm cenderung cengeng, gampang marah dan tidak sabaran..
    Aisyah yang dinovel cenderung sabar,pintar dan taat, difilm digambrkan pencemburu.
    Mgkn butuh orang yang lebih hebat utk mciptakan film yg tak beda dg bukunya, tentu dg gambaran n simbol2 yg kuat tanpa hrs memperbanyak dialog, spt film2 Hollywood…Mdh2n suatu saat tercapai…Amin

  5. March 28, 2008 10:14 am

    terus terang, aku lebih banyak tahu film itu dari baca2 blog n info2 di TV. novelnya baru baca beberapa halaman (blum sempat nerusin :”>) dan filmnya belum nonton. tapi dari beberapa hal pokok yang aku tangkap sih menurutku film maupun novelnya menarik sekali, tampil “berbeda” diantara yang lainnya. secara ditengah2 booming film horor /:)dan sesuatu yang berbeda itu pasti mengundang perhatian. so, sampe saat ini sih aku masih semangat untuk nerusin baca novelnya dan kalo sempet ntar mau nonton filmnya..:)>-

  6. aulia ciute

    March 26, 2008 7:59 pm

    g lma2 ti2p slm az bwt fedi nuril, laen kali maen lgi po’o biar tmbh SIIIIIIIIPPPPPPP>:d<

  7. aulia ciute

    March 26, 2008 7:58 pm

    YAAAAAAAAAAAAMPUN………….
    flimnya bagussssssssss bgt q aja smpe’ lht 2 kli,emang flim ni pntes d acungi 10 jempollllllll n’ q ti2p slm y buat fedi nuril gue dukung 100 % klau u jdian ma maria/pu3:)>-*-:)<:-p

  8. Ndra

    March 26, 2008 7:51 pm

    mmmhhh.. How to say..

    Pilem dan buku ga bisa disamain
    bagi kamu yg pernah baca novelnya, akan salalu strickly stick onto the Book… itu yg membuat kita semua cacat, Novel adalah bahasa verbal yang kadang bisa kita interupt kapanpun..
    sedangkan pilem adalah bahasa visual yang kita mesti selalu fokus terhadap pilem yg kita tonton sehingga kita bakal dapat pesan yang terkandung didalam pilem tersebut…

    Menurut saya, pilem ini adalah pilem besar dan terbagus karya anak bangsa yang pernah saya lihat, saya penggemar novel kang abib (Habiburrahman) dan saya melihat visi yang sama antara pilem dan novel.. pilemnya menyampaikan pesan yang sangat dalam bagi kita semua.. (mu opinion)..

    Dengan keterbatasan beliau, Hanung dapat menyuguhkan hasil yang sangat memuaskan… coba aja syutingnya jadi di Mesir… wahhhh pasti saya yakin bisa di bawa ke seluruh negara islam yang ada di dunia… OKI misalnya :)

  9. March 17, 2008 3:37 pm

    kNapa film nya banyak yang di potong dari novel,.
    TAPI DAH KEREN KO’ TINGGAL SETING SUARAnya JA yang kurang ke kontrol,..
    KAYA YANG DIPERANIN cariss sama fedi,…
    itu ja,.
    sebelum nya saya mta maaf,…

  10. March 10, 2008 7:33 am

    @bobby
    :d
    udah pernah baca kali, mas bobby. Tapi sayang kemaren nggak selesai bacanya, abis minjem orang (teman sekretaris di Palmerah) juga sih, hihihi…

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »