PS I Love You
Sutradara: Richard Lagravenese
Pemain: Hilary Swank, Gerard Butler, Lisa Kudrow, Kathy Bates, Harry Connick, JR
Ketika mendengar judulnya, kupikir film ini isinya kosong dan sok romantis gitu.
Setelah menonton, prediksiku tidak terlalu meleset. Fimnya romantis banget! Bedanya, film ini ga kosong dan aku suka.
Gerry (Gerard Butler) bertemu dengan Holly (Hilary Swank) di sebuah Taman Nasional di Irlandia. Gerry jatuh cinta pada pandangan pertama meskipun percakapan mereka “ga nyambung”. Tak berapa lama, mereka menikah meskipun orang tua mereka kurang merestui hubungan kilat itu. Menikah di usia muda menimbulkan masalah-masalah rumah tangga dan adu mulut. Kadang, hal kecil menjadi masalah besar.
Gerry mengidap penyakit tumor otak dan akhirnya meninggal. Dan Holly menangis dan meratap berhari-hari sampai di hari ulangtahunnya. Ketika keluarganya datang dan mengucapkan selamat ulang tahun, Holly mendapatkan surat pertama dari 10 surat yang diberikan Gerry setelah dia meninggal. Surat-suratnya berisi penguatan agar Holly tidak berlarut-larut dalam sedih. Kesannya seperti Kuch Kuch Hota Hai banget ya? ![]()
Sepanjang adegan, film ini selalu saja romantis, lucu dan mengharukan. Aku belum pernah membaca novelnya jadi nggak bisa buat perbandingan antara novel dan film. Tapi jangan kuatir, film ini bagus kok.
Yang kusuka: Adegan-adegan ketika Gerry muncul di sekitar Holly ketika dia membaca surat dari Gerry. Rasanya mengena banget.
Yang tidak kusuka: Kebetulan pas nonton, dua orang di sebelah memasang hape-nya. Awalnya, hp itu bip-bip-bip, kemudian di-silent, tapi tetap saja hape itu nyala-nyala mengeluarkan sinar yang terang benderang. Jelas saja konsentrasi terpecah. Di keadaan begitu, aku menilai bagian yang tidak kusuka adalah “dongeng” yang dipakai di film ini. Kenapa kusebut dongeng, yaitu karena tidak mungkin hal tersebut terjadi di dunia nyata. Bagaimana mungkin setiap surat pas banget dengan keadaan saat itu? Bagaimana Gerry bisa menebak semua keadaan Holly? Okelah kalau ibu Holly lah yang mengirimi surat itu, tapi isinya itu loh, sepertinya diusahakan banget sesuai dengan segala situasi.
But anyway, filmnya bagus. Biarkan saja pikiran logis anda tidur untuk sesaat dalam menikmati film ini. Dan satu lagi, carilah tempat duduk yang bebas dari orang yang tidak tahu aturan dalam bioskop, karena itu sangat mengganggu. Bagaimana caranya? Terserah anda. ![]()
Tiga bintang untuk film ini karena tidak berhasil membuatku menangis. Padahal setahuku para cewek bercerita kalau mereka menangis berulang kali menontonnya. Kalau begitu coba saja dan ceritakan pengalaman anda.

