Semua “Dani” dalam Hidupku (Part 1)

Cerita ini terpicu oleh berita mutasi kepala seksiku di kantor.

Ntah kenapa, berita itu membuatku sejenak terdiam agak sedih, ehm… sedih banget sebenarnya, dan merasa ditinggalkan. Biasanya akulah yang meninggalkan orang-orang dan menuju ke tempat baru, meninggalkan mereka dalam kehilangan mereka, tapi kali ini beda. Akulah yang merasa kehilangan. Betapa tidak enaknya ditinggalkan. Masalahnya di sini adalah, kenapa aku sebegitu sedih padahal kebersamaan kami tidak penuh setahun.

Bapak Dany Hamdan Karim (aku nggak punya fotonya, kalaupun ada mungkin aku tidak dapat ijin memuatnya di sini)

Awalnya, aku merasa enggan menjadi bawahannya apalagi karena melalui pengaruhnya pula aku menjadi sekretaris (yang nggak Irene banget itu). Kita lewatkan bagian hari demi hari yang kami lewati. Bagian yang paling kuingat ketika aku menjadi bawahannya adalah konflik kerja yang ternyata (di luar dugaan), kami bisa lalui dengan baik. Aku menyebutnya di luar dugaan karena semula aku tidak pernah mendapat pandangan itu dari bos-bos ku sebelumnya.

Aku memilki pemahaman hidup sendiri, yang aku tahu persis sangat berbeda dengan lingkunganku sekarang. Setelah berbicara empat mata, kasi-ku yang satu ini sangat menghargai pandanganku. Biasanya aku dapat senyum sinis atau sindiran ringan dari atasanku dulu, tapi dia menghargainya sepanjang itu tidak mengganggu profesionalisme.

Semenjak kejadian itu, kami tidak perlu lagi menghadapi konflik yang sama. Aku juga belajar banyak dari beliau, tak bisa kupungkiri. Suatu saat kelak ketika aku menjadi bos, akan kuingat teladan itu. Karena teladannya membuatku nyaman bekerja dan bahkan kangen kantor. :)

Kalau terbayang wajah kasi (kepala seksi) baru, apakah aku bisa kembali mendapatkan penghargaan yang sama? Hope so… Tapi bagaimana pun, aku juga akan meninggalkan kantor ini segera.

Kemaren, kita sering bergurau di kantor “Wah, Irene mo ninggalin gw nih.”

“Iya dong Pak, kan demi peningkatan sumber daya manusia” jawabku klise…

Sekarang malah aku yang ditinggalin duluan. Wadoh, jadi sentimentil banget yak?

Yap, selamat berjuang Pak di tempat yang baru. Terima kasih buat apresiasi Bapak selama ini!

Related posts

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »