Sebuah Janji

Kisah ini cuplikan dari sebuah email yang mungkin bisa menjadi perenungan bersama.

Betapa mudahnya berjanji dan betapa susahnya melaksanakan.

Istriku berkata kepadaku yang sedang membaca koran: “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang makan”. Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu. Dia tampak
ketakutan, air matanya banjir, di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India/curd rice).

Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yg baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect“-nya.

Aku mengambil mangkok dan berkata “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama Ayah”.

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku.Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata “Boleh ayah, akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta… ” agak ragu2, sejenak akan minta sesuatu bila semua nasinya habis.

“Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?” Read the rest of this entry »

Pemenang Oscar 2008

“Ratatouille”, Film Animasi Terbaik Oscar
Senang rasanya melihat film Animasi ini menang. Alasannya hanya karena aku suka banget film ini. Seperti yang sudah pernah kujelaskan dalam Movie Review: Ratatouille, film ini memang sangat mempesona, dari segi cerita, gambar dan pesan.
Ratatouille

Bravo untuk The Bourne Ultimatum yang memenangkan tiga kategori sekaligus.
Bourne Ultimatum

Academy Award StatueBeberapa film terbaik Oscar bahkan belum pernah kudengar. Penasaran juga, ingin menonton deretan film-film itu dalam waktu dekat. Sayang ya di Indonesia, beberapa film di bawah ini belum atau tidak akan ditayangkan di bioskop.

Dan inilah Para Pemenang Piala Oscar 2008

Film terbaik: No Country for Old Men

Sutradara Terbaik: Joel Coen dan Ethan Coen, No country for Old Men

Aktor Terbaik: Daniel Day-Lewis,There Will Be Blood

Aktris Terbaik: Marion Cotillard, La Vie en Rose

Aktris Pemeran Pendukung Terbaik: Tilda Swinton, Michael Clayton

Aktor Pemeran Pendukung Terbaik: Javier Bardem, No Country for Old Men

Film Berbahasa Asing Terbaik: The Counterfeiters, Austria

Film Animasi Terbaik: Ratatouille

Naskah Adaptasi Terbaik: No Country for Old Men

Naskah Orisinal Terbaik: Juno

Musik Terbaik (Score Illustrasi): Atonement

Musik Terbaik (Lagu): Falling Slowly - Once (performed by Glen Hansard and Marketa Irglova)

Film dokumenter terbaik: Taxi to the Dark Side

Film Pendek Dokumenter Terbaik: Freeheld

Visual Efek Terbaik: The Golden Compass

Penata Gambar Terbaik: There Will Be Blood

Pengarah Seni: Sweenery Todd The Demon Barber of Fleet Street

Film Pendek Animasi Terbaik: Peter & The Wolf

Film Aksi Pendek Terbaik: Le Mozart des Pickpockets

Perancang Busana Terbaik: La Vie en Rose

Mixing Terbaik: The Bourne Ultimatum

Editing Suara Terbaik: The Bourne Ultimatum

Editing Film Terbaik: The Bourne Ultimatum

Sensi Banget

Kenapa minggu ini menjadi minggu termoody sepanjang tahun 2008 ya? Padalah nggak PMS juga.

Kesibukan setelah cuti 5 (lima) hari membawa semangat dan pandangan baru. Hari Senin, 18 Februari 2008 kumulai minggu kerjaku. Senin itu lancar dan asik karena semua tugas dapat dilakukan dengan baik. Rasanya tenagaku berlebih. Lembur sampai malam tidak membuatku lemas atau kelelahan. Hari yang cerah.

Selasa pun tidak jauh beda, aku bisa menyelesaikan tugasku. Seperti biasa, aku tidak ingin melewatkan hari tanpa sesuatu yang istimewa. Aku menelepon si abang untuk pergi nonton sehabis jam kerja. Dia setuju, terjangkit penyakit menonton bioskopku. Malam itu, sepulang kantor kami menonton PS I Love You. Sebenarnya, kami tidak tertarik menontonnya semenjak awal premiere, tapi setelah membaca review Nirwana, temanku, aku jadi penasaran. (Pengalamanku nonton bisa dibaca di Movie Review di bawah).

Nah Rabu, aku mulai merasakan swing mood yang kuat. Apalagi ketika disalahkan atas tugas-tugas yang kulewatkan selama cuti. Loh, bukannya aku lagi cuti? Kalau salah, kenapa aku yang dipojokkan? Ditambah dengan mood jelek, aku kesulitan banget bisa hadapi masalah dengan baik. Ya, itu salahku.

Kuingat suatu kutipan percakapan yang masih kuingat dari PS I Love You.
“Sebenarnya, apa sih yang diinginkan cewek? Aku penasaran” Tokoh Daniel bertanya.
Holly spontan menjawab: “Sini kubisikkan rahasianya, tapi jangan katakan ini pada siapa pun. Cewek sendiri tidak pernah tahu apa yang diinginkannya”. Owh… sometimes that’s so right. Read the rest of this entry »

Rambo IV: In The Serpent’s Eyes

RamboSutradara: SYLVESTER STALLONE
Pemain: SYLVESTER STALLONE, JULIE BENZ, PAUL SCHULZE, MATTHEW MARSDEN, MAUNG MAUNG KHIN

Waw… Jangan pernah membawa anak-anak menonton film ini. Karena sebagian besar aksi di Rambo IV adalah kekerasan dan kebrutalan.

John Rambo (Sylvester Stallone) meninggalkan masa lalunya yang penuh perang dan pembunuhan. Dia bekerja sebagai penangkap ular berbisa di Thailand.

Sekelompok sukarelawan meminta Rambo untuk membawa mereka ke Suku Karen Birma (Myanmar). Tujuan mereka adalah untuk mengantarkan obat-obatan dan misionaris.

Rambo memperingatkan mereka untuk tidak berangkat ke sana, tapi mereka bersikeras pergi. Tidak dalam hitungan hari, mereka langsung diperhadapkan dengan kerasnya konflik di daerah perbatasan. Read the rest of this entry »

Otomatis Romantis

Otomatis RomantisSutradara: GUNTUR SOEHARJANTO
Pemain : TORA SUDIRO, TUKUL ARWANA, MARSHA TIMOTHY, WULAN GURITNO, TARZAN, DWI SASONO

Lagi, film Indonesia yang lucu. Masih dalam olahan Monty Tiwa sebagai penulis

Aku suka dengan kekocakan Tukul Arwana dalam film ini. Kupikir sebelumnya dia akan garing dan menjiplak gaya empat mata. Ternyata Tukul bisa menghadirkan kelucuan dalam film Otomatis Romantis.

Marsha Timothy memerankan Nadia, seorang wanita karier di majalah wanita dimana Bambang (Tora Sudiro) bekerja sebagai karyawan administrasi.

Nadia begitu ambisius dalam bekerja, sampai-sampai lupa menikah sampai usia 29. Ditambah lagi pandangannya tentang lelaki semua sama jeleknya (yang terbentuk dari pernikahan kakaknya-Wulan Guritno dan Tukul). Tentu saja, ibu-bapak Nadia heboh karena anaknya nggak nikah-nikah juga padahal cantik dan sukses. Read the rest of this entry »

Halaman 1 dari 41234»