Ngeblog dari Brastagi

Setelah lelah mencari warnet di Kabanjahe, akhirnya kami menemukan warnet juga di Brastagi (nyasar).

Kangen menulis blog, akhirnya pencarian warnet sampai di Brastagi. Rasanya tangan udah gatal memegang keyboard dan menulis sesuatu di blog ini setelah hampir lebih seminggu berpisah dari koneksi internet. Hihihi…

Persiapan pernikahan hampir rampung, tapi kok rasanya nggak seperti ingin menikah ya ;), karena semua biasa saja. Hari-hari berjalan seperti biasa diselingi beberapa perayaan natal dan kehidupan berjalan perlahan. Maklumlah terbiasa dengan kecepatan di Jakarta. :)

Menulis di sini seperti menemukan diriku kembali, karena selama persiapan pernikahan di sini cukup membuatku kehilangan jati diri (becanda). Read the rest of this entry »

Hari Terakhir

Sudah berapa harikah aku tidak menulis di blog ini? Hampir 10 hari. Itu rekor baru aku bisa menahan diri tidak menulis.

Hari ini adalah hari terakhirku masuk kantor sebelum pulang cuti menikah. Jadi mungkin selama aku pulang, aku tidak akan menulis. Apalagi mengingat kesibukan yang akan kuhadapi untuk persiapan menikah. I’m getting married.

Pernikahan memang baru bagiku, tapi tidak cukup membuatku excited. Mungkin karena terlalu kelelahan dengan persiapan tetek bengeknya. Hem, yang pasti hari ini aku akan pulang dan besok aku bertemu dengan keluargaku di Kabanjahe.

Di hari terakhirku, aku ingin sekali memberi ucapan terima kasih pada beberapa teman yang sudah membantuku dalam persiapanku menuju pernikahanku akhir bulan Desember ini. Read the rest of this entry »

Two Important Things In My Life

Dua cita-cita seorang perempuan sepertiku dalam hidup terjadi hampir bersamaan. Kata orang cita-cita ini sulit untuk berjalan beriringan, tapi aku memimpikan keduanya.

Pertama adalah mimpiku membentuk keluarga, punya anak dan hidup bahagia. Mimpi kebanyakan orang di muka bumi. Mimpi keduaku yang mungkin akan bentrok dengan yang pertama adalah keinginanku meneruskan Strata Dua di Luar Negeri.

Kalau dilihat sekilas mungkin terlihat “Dimana bentroknya?”, tapi yang membuatnya berat adalah syarat yang harus kupenuhi untuk memperoleh Strata Dua itu cukup berat. Read the rest of this entry »

Sebulan Menuju Pernikahan

Hah! Sibuk banget.

Kesibukan ini begitu terasa karena sambil bekerja penuh waktu, tanpa waktu bolos, kami harus mengurus semuanya. Mulai dari pakaian, undangan, aksesori, souvenir sampai memikirkan rumah kontrak mana yang akan kami tempati. Maklumlah, kami belum mampu membeli sebuah rumah. Itu dipikirkan kemudian hari saja. Semua dilakukan hanya pada hari Sabtu-Minggu yang tersisa. Untung saja pernikahan ini dilakukan di Kabanjahe, kota kecil darimana aku berasal, jadi tugas bisa dibagi dengan kakak-kakak di sana. Hihihi… sedikit licik yak?

Tidak ada halangan yang berarti dalam persiapan ini, tapi tetap penuh perjuangan. Read the rest of this entry »