Selesai
Heh… Selesai sudah ujiannya, aku bisa menulis blog lagi.
Pengumuman kalau aku lulus administrasi dan ikut ujian kuketahui dua hari sebelum hari H. Tah karena nggak ada waktu lagi atau aku memang yang malas, aku ujian tanpa persiapan selain persiapan fisik. Sembilan jam kuhabiskan untuk tidur malam, hehehe… gimana nggak siap secara fisik coba.
Ujiannya lancar banget, tapi karena memang aku nggak belajar, aku kaget banget melihat soal-soalnya. Namanya sih TPA (Tes Potensi Akademik), tapi sepertinya semakin dilatih rasanya tes ini semakin mudah. Dengan kata lain, semakin banyak berlatih semakin berpotensi. Masa sih gitu? Kayaknya nggak deh.
Banyak soal yang ku-skip, nggak sempat mikir. Waktu yang singkat membuatku kelabakan mempertimbangkan jawaban-jawabannya. Sementara aku heboh sendiri, peserta lain yang ternyata sudah sering ikut beginian, menjawab dengan santai. Waduh…
Ada kejadian yang lucu terjadi hari pertama ujian. Beberapa peserta yang udah berusia (setengah baya gitu) datang dengan tas besar berhiaskan nama perusahaan penerbangan, dan mengenakan pakaian tidak sesuai dress code putih hitam bahkan ada yang memakai stelan jalan berwarna cerah. Setelah bercakap sesaat, tahulah aku mereka datang dari jauh (Timur Indonesia) untuk mengikuti ujian. Karena pengumumannya mendadak, jadilah mereka datang langsung dari Bandara Soekarno-Hatta pagi itu. Hmmm… ada yang lebih nggak siap nih.
Tesnya standar, TPA, TOEFL dan Psikotest selama dua hari dalam tiga sesi. Sulitnya juga merata, hehehe… maksudku sulit semua.
Hari pertama (14/11) ketika ujian TOEFL-Listening berlangsung, suara gemuruh dan petir terdengar keras di dalam ruangan yang kebetulan di lantai 16 itu. Kaca ruangannya terhantam sesuatu yang keras dan retak. Suaranya tentu saja kencang dan mengganggu konsentrasi seluruh peserta. Ujiannya pun ditunda dan bubar sesaat. Ternyata kerusakan tidak terjadi hanya di ruangan itu saja, tetapi kanopi kantor juga ambruk dibuatnya. Sayang ujiannya jadi terganggu.
Hari kedua (15/11) nggak ada yang istimewa. Leherku ngambek karena diajak tunduk terus. Rasanya pegal, apalagi kalau disuruh tunduk lagi. Tapi untunglah sudah selesai, tinggal menunggu hasil. Aku nggak berharap banyak berhasil lolos, cukuplah sebagai latihan supaya lain kali lebih bersiap.

