Program S2
PNS memang penuh dengan intrik dan politik. Jangan katakan padaku menjadi PNS itu mudah dan menyenangkan.
Aku akhirnya bisa ikut tes seleksi S2 Dalam dan Luar Negeri untuk dapat beasiswa setelah perjuangan panjang (Lulus nggaknya belakang,
). Sebelumnya sih tidak memenuhi syarat, tapi setelah syaratnya dilonggarkan aku pun berhasil lulus administrasi.
Salah satu syarat untuk ikut serta seleksi S2 ini adalah: Belum pernah ikut pendidikan S2 atau tidak sedang menjalani seleksi program S2 lain. Dengan kata lain hanya mengikuti satu program beasiswa saja. Tapi mengapa aku melihat beberapa nama yang kukenal, yang sedang menunggu pengumuman hasil seleksi program lain. Mengapa nama-nama mereka tidak di-blacklist? Aku pun tak tahu.
Aku ingat bagaimana aku menahan godaan untuk tidak ikut program beasiswa apa saja kecuali yang satu ini. Sungguh keterlaluan. Apakah karena “kaum mendua” ini kurang yakin dengan kemampuan sendiri? Atau malah mereka ingin membuktikan pada dunia bahwa mereka memiliki kemampuan yang melebihi orang lain? Hanya mereka yang tahu apa di benak mereka masing-masing.
Yang kutangkap hanyalah hal-hal sebagai berikut:
1. Departemen ini memang tidak punya filter untuk itu, tah memang sengaja ataupun tidak sengaja —> kelemahan yang sulit teratasi
2. Orang-orang Indonesia (termasuk aku) pada dasarnya memang punya sifat rakus yang seharusnya kita tumpas. Kalau kita sendiri tidak bisa menahan nafsu kerakusan, bagaimana dengan mengendalikan bangsa sebegini besar? Kapan persaingan sehat itu ada, kalau kita sendiri merusaknya?
(aku tahu beberapa teman dekatku akan tersindir membaca ini, tapi tolong sadarlah)

