Menghadapi Kematian

Minggu sore, aku menelepon seorang sahabat dalam kedukaannya melepas ayahanda ke pangkuan Bapa di sorga dan menjelang pernikahannya yang tinggal beberapa saat lagi.

Duka yang dalam terasa dalam setiap perkataannya. Aku menarik nafas untuk menyembunyikan tangisku yang mulai mengalir, mendengar semua uneg-unegnya. Untuk seorang perempuan seperti dia, yang begitu rapuh, pastilah sangat sulit untuk menghadapi kejadian seperti ini. Apalagi dia sangat dekat dengan ayahandanya itu.

Kucoba menghibur dia, meskipun ternyata kata terakhir yang dikeluarkannya “Aku tidak sanggup” membuatku patah arang. “Tuhan, kenapa dia begitu hancur?”. Janji ayahnya untuk melihat dia menikah tidak bisa ditepati. Aku yakin Tuhan punya alasan kenapa melakukan ini, dan aku tahu itulah hal yang terbaik baginya.

Kami berdoa bersama sore itu dan kujanjikan padanya akan mendoakan dia. Kupaksa dia untuk tetap kuat, meskipun aku ragu dia mendengarkanku.

Ketika kematian itu ada di sekitar kita, bagaimanakah kita menghadapinya?

Aku belajar banyak dari orang-orang sekitarku yang menghadapi permasalahan ini, sedangkan aku sendiri hanya pernah menghadapinya sekali, seorang kekasih hati meninggal dunia yang bukan keluarga, tapi dekat di hatiku. Tentulah sahabatku ini mengalami hal yang lebih berat dariku.

Ronald Purba

Pernah mengutip kata-kata ini ketika dia memberikan kesaksian tentang kematian sang ibu. “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Ayub 1:21. Aku mengingat kata-kata itu dan aku memuji nama Tuhan pada saat itu, karena menyadari betapa Tuhan tidak membiarkannya dan bang Ronald menjadi kuat.

Shanty Irawati Ginting

Kesembuhan yang kekal telah diraih, kebahagiaan yang sesungguhnya ada di tangan Bapak sekarang, jadi tak perlu kuatir dan bimbang. Apa yang lebih baik lagi dari itu semua?

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Filipi 1:21

Yang menjadi renungan adalah:
Ketika aku mengalami hal yang sama, apakah aku akan seteguh mereka, atau aku akan menggagalkan semua pemahamanku tentang konsep kematian. Ketika seorang yang penting dan berarti dalam hidup tiba-tiba meninggal dunia, dan tidak mungkin bertemu di dunia fana ini, apakah aku akan terhanyut dalam duka mendalam dan tidak akan bangkit lagi.

Tuhan, berikanlah aku pemahaman yang benar.

How Great Thou Art…
Setiap hal yang terjadi takkan pernah lepas dari kuasaNya. Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Lukas 12:7)

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Setiap kali melihat hidup ini, ingatlah bahwa kita sedang berjalan dalam sebuah rancangan. Tentulah butuh proses untuk sampai ke akhir rancangan itu. Dan yakin kalau rancanganNya pasti damai sejahtera.

Seperti bejana di tangan Pencipta, kita dibentuk sedemikian untuk jadi indah dan bermanfaat. Bentukan itu keras, sakit dan panas agar bejana yang dihasilkan indah dan tidak rapuh; siap dipakai untuk Tuhan.

Related posts

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

5 Comments so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. February 1, 2009 10:15 am

    @Christine & Djoandy:
    Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil.
    Pasti sulit, tapi benar kata Djoandy, semua ada waktunya menurut Firman.

  2. Djoandy

    February 1, 2009 2:33 am

    Jangankan tujuh hari, sebulan, bahkan setahunpun kadang hati masih terasa amat sakit saat telah ditinggalkan oleh orang-orang terkasih. Namun dibalik semua itu, hidup harus terus berlanjut. Ingat Firman : Ada waktunya bekerja, ada waktunya berencana, ada waktu bersenang dan waktu bercanda.Namun waktu itu singkat dan keabadian itu panjang….
    Ada waktu berkumpul, dan ada waktu berpisah…:):)

  3. christine

    January 10, 2009 2:38 am

    tgl 3 jan 2009, Bapak sy meninggal. Sakit, hancur, dan ribuan perasaan yg sgt tidak enak lainnya harus sy hadapi. udah 7 hari , bahkan semakin terasa sakit. Udah banyak cari referensi firman utk menguatkan, tapi masih tetap terasa sakit.

  4. mrs bariqikram

    November 11, 2007 2:09 pm

    :)>-NICE 2 READ!:)>-THIS TOPIC

    WE ALL CANNOT ESCAPE FROM DEATH:(:(:(

    EACH OF US ‘VE 2 FACE ‘DEATH’:x:x:x:x:x:o

    SOONER:x8-|/:):( OR LATER[-([-([-(:d REST IN PEACE:(:(:( AMEEN:x:x:x:x

  5. mrs bariqikram

    October 9, 2007 5:40 pm

    *:d/ bagus bangeet bila d baca:x:)>-

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »