Apa yang paling kukagumi dari seorang Rini Maretta?
Cakep? Ya iyalah. Rini kan salah satu temanku yang cantik di SMA dulu. Aku bahkan sempat cemburu karena menduga dia dekat dengan pacarku dulu. Maklumlah aku tergolong posesif, dan di saat itulah aku menyadari kalau aku memiliki darah posesif yang cukup kental, 
Rini adalah seorang perempuan dengan sosok anggun, keibuan dan sangat feminim. Itu tuh yang tidak kumiliki, tapi aku bersyukur tidak sama persis karena kami makin kompak dengan perbedaan itu. Di balik sosok anggun yang kukatakan tadi, ada satu semangat yang meletup-letup, biasanya terwujud dalam tata bahasa seperti kicauan burung. (halah, bahasa yang terlalu puitis)
Keterlibatan kami di organsisasi pemuda gereja (PERMATA=Persadan Man Anak Gerejanta GBKP) mempertemukan kami berdua juga teman-teman lain. Kalau ingat semua kenangan itu, aku bisa meneteskan air mata saking senang, sedih dan perasaan teraduk lain. Read the rest of this entry »