Almost 30
Kenapa dengan usia 30?
Di kampungku banyak yang beranggapan bahwa orang yang belum menikah di umur 30 nggak laku. Sedangkan di kantorku itu menjadi hal yang lumrah, meskipun tetap jadi omongan massa. Maka pantaslah, semua perempuan yang berumur 25-an diwanti-wanti supaya cepat cari jodoh. Dan tak sedikit pula, kita perempuan khawatir jika sudah ulangtahun ke 25 tapi belum ada pasangan yang mendampingi.
Memang sih, dipandang dari segi biologis usia 30 rawan untuk punya anak. Tapi kalau saat nya memang belum pas, mau gimana lagi. Misalnya seorang teman udah rajin berusaha menghadiri banyak resepsi pernikahan, ikut biro jodoh di setiap edisi surat kabar, memasang foto termanis di friendster, menyamarkan usia bahkan sampai ikut beberapa chatroom, tapi tetap tidak berhasil juga mendapatkan pasangan yang sesuai.
Beberapa temanku memang sudah menikah, punya momongan dan dengan bangga memperkenalkan anak mereka pada kami yang sampai sekarang belum ada tanda-tanda hendak menikah. Ironis banget yah? Untungnya, kami tidak sendirian, masih ada beberapa (bisa dihitung dengan jari) yang belum menikah. Tropi jomblo masih dipegang bersama-sama, lucky me…
Padahal ketika kita belum menikah, ada banyak hal yang bisa dilakukan, berkarya di dunia pekerjaan dan bidang lain yang ketika menikah sudah terbatas ke arah sana. Meskipun sejujurnya, aku merasa, itu hanya alasan untuk menenangkan diri bahwa aku masih belum menikah sampai sekarang, ketika usia hampir 30… Hahahaha… (sigh)

