Tulisan ini kutulis awal Januari 2007, ketika aku masih di kantorku yang lama… Perlu digarisbawahi, aku menulisnya dengan penuh emosi. Jadi penilaian yang terkandung dalam cerita ini subjektif, tidak untuk dipercaya sepenuhnya.
Ternyata menjadi sekretaris itu tidak semudah dugaanku.
Pertama mengetahui jadi sekreteris, aku agak kecewa, ga bisa dibilang agak saja sih, tapi sebenarnya aku kecewa berat. Kubayangkan pekerjaan yang aku sama sekali tidak tertarik atasnya.
Sebelumnya aku memang bersekolah di sekolah akuntansi yang bersahaja, tapi sekolah itu pun tidak punya niatan menjadikan mahasiswa atau mahasiswinya seorang sekretaris. So, how could this happen to me? You won’t be understood.
But let me explain… Read the rest of this entry »