Program TV-Indonesian Idol

Senengnya bisa nulis di blog ini adalah: anda bebas menulis apa saja, merk apa saja, promo atau mengkritik apa saja. Coba kalo untuk media televisi, koran dan iklan, mana bisa sebebas ini. Pendapat pribadi ditampung dan boleh-boleh saja. Hihihi, namanya juga blog pribadi.

Sebelumnya, aku minta maaf untuk para penggemar Indonesian Idol yang setia sampai sekarang. Mungkin aku terlalu gamblang mengungkapkan isi hatiku, tapi ketahuilah I was the biggest fan of Indonesian Idol once, like you are.

**********INDONESIAN IDOL**********

Suka nonton Reality Show seperti Indonesian Idol. Dulu ratingnya paling tinggi di antara Reality Show serupa yang Indonesia punya seperti KDI, AFI dan lainnya. Tapi sekarang aku ada feeling kuat kalo Indonesian Idol akan berhenti tak lama lagi, senasib dengan saudaranya AFI karena jatuh pamor di mata pemirsa.

Kenapa aku mengatakan hal ini?

Aku mengikuti perkembangan Indonesian Idol ini dari edisi pertama sampai edisi yang sekarang (edisi empat). Di Indonesian Idol Satu penyanyinya bagus-bagus dan hampir bertipe suara sama. Penilaian juri cukup mempengaruhi polling SMS. Dan juri pada saat itu (Indra, Titi, Mutia, Jay) sangat objektif dan selektif menilai penyanyi yang masuk di 12 besar. Meskipun menurutku agak aneh Delon bisa mencapai peringkat runner up (yang katanya ganteng, he), tapi Joy-lah yang menjadi Idol. Mutu Joy dalam menyanyi memang terbukti lebih baik dibanding Delon, terlebih-lebih untuk tampil di panggung. Salut untuk Indonesian Idol Satu.

Puncak kejayaan Indonesian Idol terjadi di Indonesian Idol Dua. Sebenarnya aku kurang suka Mike yang jadi Idol, tapi aku akui Mike memang penyanyi handal. Penampilan fisik bukanlah modal yang terlalu diperhitungkan dalam kontes menyanyi, dan hal itu dibuktikan Indonesian Idol Dua. Memang ada unsur-unsur melankolis yang selalu dilibatkan untuk memperoleh polling SMS, tapi tetap saja yang terpilih adalah penyanyi yang oke punya. Indonesian Idol Dua menampilkan penyanyi dengan genre berbeda-beda, Mike dengan aliran pop, Judika yang serba bisa, Firman yang beraliran rock, Monita yang menguasai Jazz dan seterusnya. Two Thumbs Up.

Aku nge-fans berat dengan Judika. (^__^)
Tak bisa kusembunyikan, I’m a big fan of him, He is so talented. Pokoknya pada saat Idol Dua tayang, aku bela-belain naik taksi pulang ke rumah untuk nonton idol, padahal aku lagi diasramakan di Balai Diklat. :-))

Kukira Indonesian Idol Tiga pasti lebih seru. Kecewa harus kutelan. Kenapa kok yang dipilih seperti penyanyi AFI? Memang ada beberapa penyanyi AFI yang bagus, tapi setelah melihat jalur mereka setelah AFI, aku jadi ill-feel. Yang kumaksud “seperti penyanyi AFI” di sini adalah ABG yang berpenampilan trendy, cakep-cakep tapi ketika menyanyi suaranya seperti orang kebanyakan? Fals dan pitch control adalah bagian dari penyanyi� Idol Tiga. Kok jadi jatuh gini mutunya? Atau Penyelenggara memang ingin banting stir supaya ntar anak Idol ini bisa dibawa ke sinetron? Aaaah… ini mimpi buruk yang jadi kenyataan. Dan benar aja, sekarang Ihsan, Gea dan Dirly jadi bintang sinetron kejar tayang.

Yang membuat semuanya makin buruk adalah unsur belas kasihan sangat ditonjolkan. Misalnya, keluarga si A sangat menderita dan taat beragama, hidup sulit dan sangat mengharapkan anaknya berhasil dalam idol ini. Apaan tu? Ini kontes menyanyi atau Reality Show “Toloooong”?

Aku sinistik ya? Tapi aku memang kecewa berat dengan hasil Indonesian Idol Tiga ini. Pernah sekali aku nonton ajang duel idol di RCTI karena begitu inginnya melihat Judika atau Lucky nyanyi, Ihsan naik panggung (maaf ya, abis aku paling ingat Ihsan sih) dan mulai menyanyi tapi ternyata dia salah mengambil awal lagu makanya jadi amburadul dan untunglah penonton menyanyi untuk membantunya. Dan itu tidak terjadi satu dua kali pada penyanyi-penyanyi ini. Kukira penyanyi yang sesungguhnya tidak akan melakukan kesalahan itu berulang kali karena bagaimanapun juga menyanyi itu sudah menjadi bagian dari dirinya. Itu “gue banget” tuh nyanyi fals. Hihihi…

Bagaimana dengan Indonesian Idol Empat? Cukup sudah. Aku sudah mulai ogah nontonnya. Sesekali pengen juga melihat perkembangannya, eh ada yang lumayan tuh, namanya Fandy yang kejegal di putaran� akhir. Bagian yang paling tidak mengenakkan adalah ketika juri tidak pernah mengkritik nada fals penyanyi yang mungkin sudah jadi pilihan mereka masing-masing. Jadi ga objektif banget rasanya. Di rumah kita bisa ngerasa “Loh kok fals sih?”, tapi jurinya malah bilang “Kamu bagus banget malam ini”.

Aku ga ingat kapan tu, aku nonton juga karena rasa ingin tahu yang tinggi :-) . Salah seorang dari finalis menyanyikan lagu Agnes Monica. Si Anang bilang “Lebih bagus dari penyanyi aslinya”. Haaah? Aku bingung, bagusan dari sudut mananya? Nah, itu belum seberapa, setelah itu ga inget juri yang mana, mengomentari Rini (kalo ga salah) nyanyiin lagu Celine Dion begini “Lebih bagus dari aslinya”. Kami yang menonton langsung “weeeekkk…” serentak. Kenapa sih para juri ini? Jangan-jangan headset yang mereka pake rusak kali ya. Atau mereka ga pernah dengar Celine Dion nyanyi? Yang bener?

Pengkultusan seseorang pun muncul di Indonesian Idol ini. Semua jurinya mengidolakan Rini kayaknya (terlihat dari pendapat ketika Rini berada di 2 peringkat terbawah). Mungkin karena itu penilaian mereka jadi kurang objektif.

Coba lihatlah American Idol (versi original-nya), akan sangat terasa bedanya. Di sana tidak ada penilaian fisik yang berlebihan atau menyamai kemampuan nyanyinya. Yang ditonjolkan adalah kemampuan nyanyinya, mau gendut-jelek-ga ngerti fashion tapi kalo berbakat nyanyi dan punya keunikan dalam suaranya pasti maju ke babak spektakuler. Karena bakat itulah yang membuatnya tetap bertahan di dunia entertainment. Simon sebagai salah satu juri tetap selalu menilai objektif dan tajam. Meskipun dia ga suka seseorang, dia akan tetap mendengar kelebihannya. Soal penampilan itu polesan yang bisa diatur. Kasarnya, kalo pengen lomba penampilan ikuti aja lomba modeling atau casting masuk sinetron Indonesia. Pernah ga melihat penyanyi di babak spektakuler di American Idol yang fals? Kesalahan yang pernah kulihat adalah salah lirik dan setelah itu terjadi penyanyi itu pasti keluar. Nggak kayak Idol kita, mo salah lirik atau sama sekali ga bisa (bahasa inggrisnya salah-salah), tetep aja dia ada, bahkan sampai menjadi Idol.

—-sori ya aku sinis banget—-

Aku tahu banyak penggemar apalagi saudara para Idol ini. Tapi aku benar-benar merasa kecewa sebagai mantan fans.

Dari sudut pandangku sendiri, mungkin Penyelenggara Indonesian Idol sedang mengeset program ini untuk pencarian bakat yang komersil untuk jangka pendek, yang unik (aku ga tau unik dari sisi mana), yang menjual, yang berpenampilan menarik dan bisa dipakai di luar jalur menyanyi. Tapi berpikirkah mereka kalo yang begituan ga bertahan lama, lihatlah AFI yang nasibnya ga tau sudah gimana. Dan lihatlah pula American Idol yang melahirkan bintang-bintang, yang dapat Oscar tapi tidak lepas dari jalur nyanyinya dan yang mulai menelurkan album-album laku di pasaran?

Related posts

7 Comments so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. July 12, 2007 3:32 pm

    Wow, pertamax!!! hehe :d

    Kalo mengenai indonesian idol aku udah ulas secuil dek, memang hanya membanggakan Judika aja sih, habis dia keren banget nyanyinya.

    Bagi yang belum pernah baca arogansiku sama Judika, ini linknya:

    http://blog.malau.net/2006/12/08/judika-sihotang-my-indonesian-idol/

    Pendapatku sama persis dengan adek, memang indonesia idol sekarang udah gak bertaji lagi, dulu kita masih bisa merasa tegang siapa yang bakal keluar atau bakal jadi indonesian idol, kalo sekarang semuanya udah bisa ditebak, apalagi setelah keluarnya Fandy finalis indonesian idol 4, padahal menurutku seharusnya Gaby atau Sarah yang keluar duluan.

    Bung Harvey Malaiholo aja udah acung jempol, dia sendiri two thumbs up sama Fandy, eh komentar juri sebelumnya malah kebalikannya, apa gak malu tuh mereka? hihi…

    Sedikit kritik aja buat para juri Indonesian Idol sekarang, mending komentar yang objektif aja deh, jangan subjektif, malu-maluin negara tau gak sih? Mau bukti? Lihat Judika yang tetap rame order-an sampe sekarang, baik itu order asli dari RCTI atau orderan untuk acara-acara khusus seperti Natal, Paskah dan lain-lain.

    Fansnya juga selalu setia, perhatiin gak waktu Judika naik panggung sama Mike, Delon dan Lucky? Bagian mana yang paling banyak diteriakin sama penonton? Tentu saja waktu Judika nyanyi solo. TERBUKTI kualitas membawa sukses, bukan dukungan juri yang membawa sukses.

    Ingat Firman Siagian? Juara 3 Indonesian Idol 2? TERBUKTI kualitasnya, sampe-sampe grup band The Fly menarik dia jadi vokalis utama. Kurang apa lagi?

    Kalo komentar kritikan gini aku jadi ingat kata bang Naga Bonar di film teranyarnya ‘Naga Bonar Jadi 2′, Apa Kata Dunia???

    Still… Judika, you’re my Indonesian Idol!!

  2. RahMm

    January 9, 2008 12:15 pm

    iya yah… aq juga nyadar… aq heran ma idol 4, kok steve bisa kterima yahh… emang si,,makin lama kualitasnya makin turun…soalnya yang gagal di idol sebelumnya ikutan lagi, gagal lagi, ikutan lagi,gagal lagi, ikutan lagi, sampe akhirnya emang yang kualitasnya bagus cuman sedikit aja, gitu…hehehe… tapi mungkin, banyaknya yang ganteng atau cantik itu emang strategi dari sananya… ada juga ceweknya wilson yang indonesian idol juga, pas spektakuler kan “ga bagus” banget… nyanyinya datar tanpa teknik berarti, udah dipuji… sbenernya apa yang terjadi sih?? tapi aku emng masih nunggu idol tahun 2009, aku mo ikutan soalnya… hahaha…

  3. gestea

    January 13, 2008 6:19 pm

    THAT’S IT AND THAT’S WHY………….MARI TINGGALKAN KONTES JUAL TAMPANG DAN KISAH SEDIH.MARI PILIH MUTUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU…..!!!!

  4. bajooz

    January 25, 2008 1:27 pm

    idol 2008 ??

    q cuma beRharap RCTI,, se9enap PetIn99i-pEtin99ina,, n krUna
    Membuat Format baru ats acara Tersebut,,

    terutama jurina,
    tapi 2 juri lama jangan di9anti,,
    tau maksudna kan??

    Trus adain Juri taMu wakTu audisi,
    biar tambah selaktif la9i..

    SaMan9at Buat RCTI,,
    TOP BGT lah,,
    jan9an ampek ilan9 kayak yang “teRDAHULU”

  5. baby

    July 2, 2008 7:01 pm

    :x q baby nak mdn

    q seneng banget ma patudu

    walaupun dia bkn anak mdn tp q ttp dukung dia

    buat patudu semangat yaaaaaaaaaaaaaaaa

    ne q kase e mail q
    klo smpt bls ya patudu

    baby_oon@yahoo.com:x

  6. amoy

    September 4, 2008 9:54 pm

    aku adalah salah satu audisi indonesian idol 2008…..
    aku udah sering manggung sana-sini sebagai penyanyi R’nB yg sering bawain lagu Mariah Carey… waktu audisi pertama, aku bawain lagu My All punya Mariah Carey (jurinya masih juri lokal surabaya)… trus waktu pengumuman ternyata aku LOLOS… gitu seterusnya… LOLOS lagi di audisi kedua… trus akhirnya audisi ke-3 aku sempet kecewa… Jurinya masih tetep JURI LOKAL… padahal mreka bilang hari itu udah Juri Artist… eh waktu nomerku dipanggil…aku buka pintu…. bukan Mreka… ga ada anang, Ti2 DJ… n laen2…. ternyata masih juri lokal…
    waktu itu aku “RENCANANYA” mo nyanyiin lagunya THANK GOD I FOUND U punya Mariah Carey… tapi ternyata… baru aja masuk…mreka dengan gaya SOK langsung bilang “MBAK, NYANYI REFF nya AJA”… yaAmpuuuuuun….. nyebelin bgt…pdhl yg aku jagokan bukan di Reff…mungkin karna aku anaknya tomboy bgt, ga ngerti Fashion kali yaaaaa…..???
    lagu pertama…mreka ga berkomentar apa2… mreka minta lagu berlirik indonesia..aku bawain JANJI MANIS-nya TERI….
    Pengen tau Responnya??? mreka bilang :
    “KAMU PENYANYI DANGDUT YA?”

    aku langsung kaget “WHAAAAAAAAAAAAAAAT?????”
    seumur2 aku nyanyi suaraku tuh udah R n B.. Guru vokal ku juga menempatkan suaraku di R n B… di surabaya juga klo ada acara R n B ato JAZZ aku juga diminta ngisi acara…
    jadi curiga…
    BISA GAK SIIIIH JURI2 LOKAL ITU BEDAIN ANTARA CENGKOK DANGDUT dgn R N B????? pdahal aku ga bisa dangdut sama skali…
    /:) kcewa abizzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz…….
    komentar yg ga nyambung………
    bukannya aku ga sadar ama kesalahan vokal ku sendiri…tapi semua penyanyi senior JAZZ n RnB di Surabaya aja langsung kaget…..
    hiks…jadi ilfil mo ikutan lagi !!!:(

  7. September 5, 2008 7:46 am

    @semua:
    thanks ya buat sharing-sharingnya kalian, khususnya buat amoy, sepertinya memang Indonesian Idol sudah tidak cocok dijadikan acara pilihan.

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »