Bu Sarasianti
Terinspirasi oleh comment terakhir di blog-ku, aku ingat seorang ibu Kepala Seksi di Kantorku terdahulu (ehm…).
Tidak seperti ibu kebanyakan, dia tampil beda dengan gaya mandiri dan perkasa (
). Awalnya aku mengira dia orang yang sulit dipahami. Tapi ternyata ga salah-salah banget, dia memang sulit dipahami. Mengapa ibu ini mau-maunya mengkoordinatorin panitia pengadaan barang dan jasa yang sebegitu sibuknya? Mana timnya cowo-cowo lagi. Trus kenapa juga dia memelihara idealisme (yang wow itu…) sementara orang di sekitar sangat tidak menyukainya. Nah, itu dia yang sulit dipahami.
Sebenarnya aku menyukai kebiasaannya yang mandiri, perkasa, idealis (suka seneng ada yang kasi teladan gitu) dan beberapa hal yang sangat aku banget itu, misalnya ketidaksukaan kami akan sentuhan make-up (tepatnya bukan ketidaksukaan tapi ketidakbiasaan kami
).
Bukan atasan langsung sih, jadi rasanya lebih pada teman curhat, gosip seputar berita tv (pagi-pagi) dan diskusi di tengah konflik kerja. Masih ingat cita-cita masuk bagian kepegawaian yang belum tersampaikan. Kami hendak membawa perubahan besar di kantor ini, tapi apalah daya masih angan-angan.
Gimana nih kabar si Ibu satu ini? Kantor sih udah beda (aku modern duluan bu ya? curi start booo… minta maaf pada atasan, udah ga masalah sekarang kan ibu juga udah modern). Belum sempat mengunjungimu bu untuk melihat si kecil. Selamat ya…
NB. Aku paling ga suka tuh lihat email-email serem Bu Saras ni, buat ga enak makan.

