Eka Aritonang
Teman, sahabat dan rekan. Deretan terbaik dari stok sahabatku.

Aku hafal gerakan bola mata, tawa dan bahasa tubuhnya. Bahkan aku bisa menebak isi hatinya. Sampai sejauh itu aku telah mengenal seorang Eka. Terakhir bertemu tidak terjadi perubahan yang signifikan. Di sisi lain Eka terlihat lebih dewasa dan lebih tegar. Aku suka perubahan itu.
Cerita tak terlupakan antara kami adalah perpisahan sekitar 4 tahun silam. Kita ga tau apa yang mengikat sampai sebegitu sulitnya berpisah. Yang bisa kulakukan hanya menangis menyadari sebagian jiwaku dibawa serta.
Setelah bertemu kembali jujur aku kangen dengan masa lalu kami. Aku hanya tersenyum kalo ngelihat Eka dengan tingkah polah lamanya. Setiap bertemu kaca langsung gaya, menyisir rambut sesaat dengan jari dan melangkah kembali.
Uniknya kami sama dalam beberapa hal, childish, manja, posesif dan sulit diatur (eh, itu cuma aku kali ye…)
Tau ga Ka? Aku takkan bisa melupakanmu. Kau terlalu penting untuk dilupakan.

