Kembalinya Kepercayaan Diriku

Pernah kehilangan rasa Percaya Diri? Dalam artian benar-benar ga PD alias minderrrrr bgt?

Dua-tiga minggu ini penyakit ga PD menghinggapiku. Cukup kronis dan sulit dihadapi. Pengennya ga kerja, malas muncul di muka umum, tidur kurang nyenyak dan radang pencernaan. Percaya ato tidak minder tu bisa menyebabkan ketahanan tubuh menurun.

Minus PD ini memang tidak menyerang setiap segi kehidupanku, hanya saat ngantor saja. Akibat lain juga terjadi seperti rambut rontok, bosenan dan jerawatan. Ini stres ato minder sih? Aku sendiri ga jelas. Mungkin ini sebab-akibat yang mengakibatkan adanya lingkaran setan. Ga PD awalnya—>stress—>tekanan jiwa—>rambut rontok, jerawatan dsb.—>makin Ga PD…dst.

Mau tau ga sebabnya apa?

Ceritanya aku juga ga tau pasti sebelumnya. Setelah kerontokan ini menjadi kronis, aku mulai membuat daftar kira-kira apa penyebabnya. Tibalah aku pada kesimpulan, “ternyata aku itu stres karena semua review yang kubuat ditolak oleh Direktur disertai dengan coretan tangan yang amburadul berisi “umpatan” (hiperbolis) bahwa review-ku ga layak”. Sebenarnya hanya 2 review yang dikembalikan (lha wong aku baru ngerjain 2 review kok, hehe), tapi cukup membuat frustasi. Karena kekompleksan review tersebut, aku berjuang untuk menyelesaikannya. Hasilnya nol besar: Penolakan!

Setelah 2 Minggu review bolak-balik revisi, akhirnya aku menarik napas dalam-dalam, menguatkan hati, kucoba revisi lagi sebaik mungkin. Meskipun masih menunggu hasil satu review lagi, tapi ditandatanganinya review pertama mengembalikan nyawaku yang hilang dulu.

Aku ga percaya bisa meraih kembali rasa PD ku yang sempat melayang ke antah berantah itu hanya dengan sebuah tanda tangan pipih Direkturku. Kenapa tanda tangan itu terlihat indah setelah 2 minggu bolak-balik revisi? Kenapa aku malah ga membenci Direkturku ini? Yah… ternyata aku harus banyak belajar dari senior yang lebih berpengalaman, seorang Direktur dengan rambut dan kumis putih, persis pak raden yang ubanan, kejam dan pandangan merendah menggelantung di wajahnya.

Kupalingkan pikiranku ke meja kerja. Ada sekitar 17 review lagi di sana untuk jatah bulan Mei. Pasti melelahkan. Tapi aku senang rasa PD ku telah kembali. Itu artinya lingkaran setan itu bisa dipatahkan.

Related posts

4 Comments so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. asshabirin

    May 21, 2007 11:19 am

    lho ngapain mesti minder, minder tu sahabatnya frustasi qoq.
    hidup itu nggak usah dijadiin beban coy, wong Alloh udah ngatur
    semuanya, jadi berusahalah sungguh-sungguh and tawakal aza
    simple kan !, tapi jangan bilang2 gua juga pernah minderan tapi itu
    doeloe he..he..

  2. akoe.bukan.malau

    May 9, 2007 4:29 pm

    gak minderan?

    ternyata semua tertipu dengan kegalakan-ku ya…. haha… dasar muka batak… dgn modal garang, yg lain pada mundur dan si subjek yg sbnrnya udah pengen ditelan bumi krn mindernya tetap aja maju pantang menyerah!

    :-?

  3. May 8, 2007 12:50 pm

    Jadi kau juga minderan? sejak kapan Wit? Kok ga ada kesan gitu ya? kecuali waktu kau mau kompre:)>-

  4. akoe.bukan.malau

    May 7, 2007 3:31 pm

    syukurlah Ren, akhirna pedemu kembali… kan ga enak saingan denganku tentang minderisasi… :d
    Anyway, pas baca prolog di halaman depan… kirain Iren lagi ngidam ato apa gitu… ;)

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »