Oh Lelaki II
Tingkat pengenalanku akan mahluk berlabel cowo semakin baik saja. Ntah kenapa aku selalu terlibat dalam segerombolan yang kebanyakan cowo. Berawal dari masa kecil yang didominasi permainan anak laki-laki, tembak2an, mobil2an, panjat memanjat dll. Dilanjutkan dengan kuliah di STAN yang membuatku semakin kenal aja sama mereka.
Terakhir di dunia kantor sekarang. Se sub direktorat hanya aku yang cewe, tega! Tapi ternyata di balik itu aku bisa tahu lebih dalam tentang mereka.
Cowo itu:
1. Ga bisa bagi konsentrasi dengan baik. Kalo lagi ngerjain sesuatu dengan konsen, ga bisa ditanya sedikit aja. Pasti jawabnya “ya… ya…”, padahal mungkin saja kita tidak sedang ajukan yes-no Question.
2. Bisa tetap ceria di kantor, padahal di rumah banyak masalah. Misalnya anaknya masuk rumah sakit karena sakit keras, dia masih bisa ketawa-ketiwi. Coba kalo kita cewe, pasti kebawa sedih n bete gitu.
3. Terbawa logika terus, ga bisa dibawa ke arah perasaan. Langsung mati kutu. Sering diajakin curhat tentang atasan yang nyebelin, jawabannya hanya “kamu berusaha kenapa?”
Mungkin aku mulai bisa menjawab, kenapa kita diciptakan bertolakbelakang di banyak hal. Coba aja sama, pastinya kantor jadi tempat gosip dan insert (informasi seputar seleb kantor).
Related: Oh Lelaki, Oh Lelaki III

