Ego
Tahun-tahun lalu yang kusesalkan tak mungkin lenyap begitu saja dari ingatan. Sekalipun aku melangkah sejuta jarak dari itu semua.
Ketika kucoba menghapus bayangmu dari hatiku, sebenarnya aku tidak sedang melakukannya, aku berbohong. Bohong pada semua orang bahkan pada diriku sendiri. Sampai sekarang wajahmu dan setiap gerakanmu masih ada di pikiranku, meskipun bertahun-tahun silam.
Ketika kudengar kau akan melangsungkan pernikahanmu, aku goncang. Mengingat janjimu dulu, aku merasa dibohongi olehmu, yang menurutku tidak mungkin dilakukan oleh malaikat sepertimu. Aku sangat terlalu mengagumimu. Kau sosok yang sangat sempurna untukku. Jangan rusak citramu di mataku.
Kau juga pernah berjanji untuk tidak akan kembali kepadaku. Sekali putus takkan bisa disambung kembali. Aku tahu kau menemukan keyakinan baru di luarku saat itu. Aku kehilangan, sangat.
Kulangkahkan kakiku sejauh mungkin dari ingatan tentangmu, sampai akhirnya kutemukan labuhan baru, dia yang lebih baik darimu, yang lebih sempurna. Bisa kau bayangkan sebahagia apa aku? Kau pasti tau, sama rasanya dengan ketika kau menemukan keyakinan barumu.
Win-win position tercapai. Tapi kenapa kau harus melangkah ke jenjang pernikahan terlebih dahulu? Keegoisanku tak bisa diredam. Kau curang, kau bohong. Kenapa tidak kau biarkan aku lebih dulu?
PS. Cintaku tidak di pihakmu lagi, tapi aku terlalu egois untuk membiarkanmu terlebih dahulu. Cih, orang yang aneh.
Update: Ego II

