Aku Belajar Lagi Suatu Hal Hari Ini…
Sore ini aku dan temanku ke Oriflame Bulungan dari Bintaro. Berhubung ini hari Sabtu dan sudah pukul 04.00 sore, pihak Oriflame menutup pemesanan tepat ketika aku sudah berada di depan kasir.
Aku sudah mengantri lo, tapi tampaknya pihak Oriflame tidak tergugah dengan wajah memelasku.
Aku kecewa berat…
Aku mulai memikirkan acara merayu, memohon… sejenak aku tak melakukan apa-apa, tapi badanku tidak menuruti otakku. Sekarang, hatiku mengambil alih semuanya. Kutinggalkan gedung Oriflame Bulungan. Temanku mulai ribut, “Kok gitu? ‘Kan masih bisa dirayu? Bilangin aja tempat tinggal jauh…”
Ah, akulah yang salah, akulah yang telah mengulur-ulur waktu sebelum datang ke sini. Aku minta maaf pada temanku.
Aku belajar aku tidak ingin ngotot pada saat aku salah. Tapi hal yang paling membekas dari peristiwa ini adalah, aku dan temanku tetap bahagia dan tidak berantem, meskipun pulang dengan tangan hampa…
— Oo… tidak, tidak dengan tangan hampa, tapi dengan hikmah tertentu…
— So simple isn’t it? But for me, it’s not that simple. Maybe I was too selfish to admit this before…

