Ketemu Gindo
Akhir-akhir ini, aku tidak banyak belajar dari kehidupanku, padahal tentu saja, aku bisa memetik banyak hal darinya.
5 Juli malam, kami berempat ngumpul. Gindo datang dan mengajak kami (Da-Tar, Nir, aku) syukuran kelulusannya masuk ekstensi UGM.
Kami makan bareng di Pizza HUT Bintaro Plaza.
Ah, senang banget dia kembali, apalagi dulu kirain dia akan tetap berada di Sorong untuk seterusnya (lebih kejam lagi … untuk selamanya, hehe).
Setelah becanda sana-sini, aku baru menyadari beberapa hal:
- Aku sudah cukup tua sekarang, hiks, meskipun mereka merasa sangat lucu membayangkan aku menikah dan hamil, kemudian punya anak. (Apanya sih yang lucu?). Kesadaran itu muncul, ketika kami mulai menghitung “berapa lama kami sudah berpisah?”, atau “siapa aja nih, teman kita yang udah menikah?”
- Banyak hal yang kulewatkan dalam hidupku. Misalnya belajar menerima kekuranganku atau lebih tepatnya lagi, berdamai dengan diri sendiri. Share seputar pekerjaan di antara kami menyadarkanku bahwa aku punya banyak kekurangan. Tapi pembicaraan itu juga tiba di kesimpulan kalau aku tidak akan berhenti di situ-situ saja
- Oh ya, aku juga sadar kalau ternyata kami masih seperti anak-anak, dengan badan orang dewasa, hek. Tapi, ga gitu-gitu amat kok, aku becanda. Soalnya, kami masih suka saling ledek, hina dia-hina kamu (apa coba?), seruduk sana sini, bahkan cubitan maut (alah nirwana ni…).

