Akhirnya…
Setelah perjuangan panjang melawan penyakit, yang ternyata demam berdarah, aku pun bisa menulis blog ini lagi.
Senin minggu lalu aku memutuskan pulang ke Medan, dengan harapan bisa sembuh di sana (mimpi kali ye…). Tapi ternyata sama saja, aku harus opname. Setibanya di Bandara Polonia, aku disambut dengan rasa kuatir ortu yang segera membawaku ke rumah sakit terdekat. Tidak lama, aku sudah terdampar di laboratorium periksa darah, mereka menemukan trombositku turun. Jujur, aku sangat tidak suka melihat darah, jarum suntik dan kawan2nya, membuatku merasa berada di ambang kematian. Tapi demi kesehatan apa boleh buat, semua dijabanin deh.
Keputusannya tetap opname (sama seperti di Jakarta sebelumnya). Yang aku tidak suka lagi adalah kesan yang kudapat, aku dipaksa opname oleh rumah sakit itu. Masa aku belum dapat kamar, belum tau mau gimana, jarum infus langsung ditancapkan
Dokterku pun tidak profesional. Menurut laboratorium aku sudah sembuh, tapi dokternya tetap bersikeras aku harus tetap di opname (mungkin untuk memperoleh uang masuk gitu kali). Saat aku memutuskan untuk tetap pulang, dia mengancam tidak memberikan surat izin sakit, dokter apaan sih ini?
Tau ga? Setelah tanya sana sini, ini dokter spesialisasinya forensik… ![]()
Tapi, bagaimana pun juga kisahnya,
Terima kasih Tuhan, aku sudah disembuhkan. ![]()

